Pemdes Dukun Ubah Ruang Kelas Jadi Tempat Isolasi

ISOLASI. Ruang kelas Sekolah Dasar Dukun 2 Kecamatan Dukun Magelang, direhab untuk ruang isolasi pemudik warga Desa Dukun.
ISOLASI. Ruang kelas Sekolah Dasar Dukun 2 Kecamatan Dukun Magelang, direhab untuk ruang isolasi pemudik warga Desa Dukun.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG– Meski masyarakat telah dilarang mudik, tetapi bisa saja ada warga yang nekad. Jika hal tersebut terjadi maka Pemerintah Desa Dukun Kecamatan Dukun sudah mengandisipasinya. Yakni menyediakan ruang isolasi di ruang kelas SD Dukun 2.

Kepala Desa Dukun, Tanto Heryanto mengatakan, hal tersebut merupakan salah satu persiapan untuk lokasi isolasi pemudik bilamana tidak ada tempat untuk isolasi mandiri.

“Namun ini dengan catatat pemudik tersebut memang tidak bisa lakukan isolasi mandiri di rumahnya sendiri. Ini sebagai alternatif terakhir jika memang masyarakat yang harus diisolasi kurang sarana kamar,” ucap Tanto, Minggu (3/5).

Sebanyak 10 kamar memang sudah disiapkan, jika memang kedepan harus digunakan. Hal tersebut merupakan tanggung jawab desa.

“Tetapi ingat, ini merupakan pilihan terakhir. Saya masih percaya dan yakin masyarakat Desa Dukun mampu mengatasi akan hal ini, yaitu isolasi secara mandiri,” tandas Tanto.

Baca Juga
Bubarkan Kerumunan, Tindak Tempat Hiburan Malam, Petugas Gabungan Pemkab Purworejo Minta Tingkatkan Kesadaran

Pihak pemerintah desa akan selalui memposisikan menjadi suporting, dan peran masyarakat serta keluarga masih menjadi yang utama.

“Peran keluarga dan masyarakat sekitar yang paling utama untuk berpartisipasi. Tentunya terkait tanggung jawab tetangganya terkait rumah singgah,” ungkap Tanto.

Sedangkan untuk antisipasi pemudik yang nekat berbaur setelah tiba di desa, menurut Tanto hal tersebut menjadi tugas Tim Gugus Tugas Dusun dan pihak keluarga untuk memberikan eduksi.

Selain itu tim Gugus Tugas Dusun sudah dibekali APD dan alat pengukur suhu. Dan mereka juga harus mengedukasi warga dan keluarga tentang protap kesehatannya.

“Menjadi tugas tim untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan diri masing-masing sesuai protap yang berlaku. Karena kalau diserahkan ke pihak desa, pihak Pemdes tidak mampu. Kecuali dengan jumlah kecil masih bisa kita atas, tanpa adanya lonjakan pemudik,” paparnya.

Tanto juga telah menghimbau seluruh warganya yang merantau untuk tidak mudik terlebih dahulu. Hal itu sesuai dengan himbauan pemerintah.

“Kita sudah sampaikan melalui seluruh kepala dusun se Desa Dukun untuk menyampaikan warganya. Dimana misal ada anggota keluarga yang merantau dihimbau jangan mudik terlebih dahulu,” paparnya.(cha)