Pemberangkatan Pekerja Migran Selektif, P3MI Purworejo Buka Akses 2 Negara

AKTIVITAS. Para karyawan di PT Jafa Indo Corpora yang juga sekretariat P3MI Purworejo mulai beraktivitas untuk mendata calon PMI yang akan berangkat ke negara tujuan, 
AKTIVITAS. Para karyawan di PT Jafa Indo Corpora yang juga sekretariat P3MI Purworejo mulai beraktivitas untuk mendata calon PMI yang akan berangkat ke negara tujuan, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Purworejo yang gagal berangkat ke negara tujuan akibat adanya pandemi Covid-19 mulai didata untuk diberangkatkan. Namun, pendataan hingga pemberangkatan dilakukan selektif bagi calon PMI yang sudah menyelesaikan tahapan proses sejak sebelum pandemi dan akan melalui serangkaian tes kesehatan.

Ketua Asosiasi Perusahaan Penempatan PMI (P3MI) Kabupaten Purworejo yang juga Direktur PT Jafa Indo Corpora, Sunarna, menyebut ada sekitar 1.300 orang calon PMI asal Kabupaten Purworejo yang gagal diberangkatkan. Sekitar 1.000 lebih mendaftar melalui perusahaannya yang tersebar di berbagai daerah, dan 300-an melalui perusahaan lain di Purworejo.

“Dari PT kami saja ada seribu lebih yang terdampak, gagal berangkat. Bahkan sehari sejak ada pemberitahuan lock down, ada 50-an orang sudah sampai tiket akhirnya gagal juga,” sebutnya saat dikonfirmasi di sela-sela acara peluncuran padat karya Polres Purworejo Peduli Pekerja Budidaya Lele untuk Pekerja Terdampak Covid-19 di sekretariat P3MI, Rabu (12/8).

Menurutnya, belum ada PMI asal Purworejo yang dipulangkan akibat pandemi. Namun, para pekerja, baik di sekktor formal maupun nonformal, di negara penempatan menginformasikan bahwa ada pengurangan jam kerja.

“Di sana pun tidak bekerja dengan maksimal, kerja kadang sif malam dikurangi. Beberapa ada yang di rumahkan, dapat bantuan makan dan sembako,” katanya.

Sementara bagi para calon PMI yang masih tertahan di Purworejo, P3MI telah mengarahkan untuk tetap berkarya sesuai kemampuannya, seperti bertani, berdagang, dan membuka jasa pelananan servis elektronik .

“Kita berdayakan semua. Kita harus segera move dari keadaan seperti ini. Meski perputarannya tidak secepat kondisi normal, tp setidaknya tetap berkarya. Ada yang dapat kartu prakerja juga, anak-anak kita arahkan untuk mengakses itu,” jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Hukuman nya Ditambah Jadi 9 Tahun, ini Yang di Lakukan Edhy Prabowo

Lebih lanjut diungkapkan bahwa para PMI mayoritas memilih negara tujuan Malaysia untuk sektor kerja formal, seperti pabrik. Sementara untuk sektor nonformal, negara Hongkong Taiwan, dan Singapore menjadi pilihannya.

Baca juga
Wonosobo, Kasus Stunting Tertinggi di Jateng

Saat ini, sudah ada 14 negara yang melakukan pembukan penerimaaan PMI. Dari jumlah itu P3MI Purworejo baru melakukan pemrosesan untuk 2 negara, yakni Hongkong dan Taiwan.

“Sekarang sudah tinggal proses dari kementerian, akan diberangkatkan sesuai protokol covid. Disana mengikuti protokol negara penempatan. Anak-anak yang sudah proses boleh diberangkatkan, Tai kalau yang mendaftar baru belum boleh,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Purworejo Gathot Suprapto SH, mengungkapkan bahwa pihaknya telah intens melakukan pemantauan terhadap para pekerja terdampak pandemi. Berbagai stimulus berupa bantuan dan pelatihan telah diberikan. Saat ini, para pekerja bergaji di bawah Rp5 juta juga mulai didata untuk mendapatkan bantuan Rp600 ribu per bulan dari pemerintah pusat.

“Ini masih pendataan dari pihak BPJS Ketenagakerjaan. Nanti kalau sudah ada data valid akan kami cek dan bantuan akan diberikan langsung oleh pemerintah pusat kepada pekerja melalui rekening masing-masing,” ungkapnya. (top)