Pembangunan Stadion Mini di Pagerkukuh Dimulai, Kapasitas 5.000 Penonton

PELETAKAN BATU. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat usai melakukan peletakan batu pertama di Lapangan Kelurahan Pagerkukuh New Arepa.
PELETAKAN BATU. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat usai melakukan peletakan batu pertama di Lapangan Kelurahan Pagerkukuh New Arepa.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemkab Wonosobo akan membangun stadion mini di Kelurahan Pagerkukuh. Stadion tersebut merupakan inisiasi masyarakat untuk mendukung peningkatan pembinaan sepakbola di Wonosobo dan juga olahraga yang lain.

“Stadion mini Pagerkukuh Kecamatan Wonosobo merupakan inisiasi masyarakat serta mendapat dukungan banyak pihak, kita harap ini kepada menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga andalan di Wonosobo,” ungkap Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat usai melakukan peletakan batu pertama di Lapangan Kelurahan Pagerkukuh New Arepa.

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dikpora Wonosobo, Tono Prihartono, pengurus KONI, pengurus Askab PSSI Wonosobo, anggota DPRD Wonosobo, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Menurutnya, stadion tersebut akan mampu menampung 5.000 penonton, akan tetapi akses menuju lokasi masih membutuhkan perluasan, sehingga diharapkan warga setempat berpartisipasi menghibahkan tanahnya untuk jalan.

“Tadi saya melihat akses menuju stadion masih butuh perhatian, sebab terlalu sempit, kalau warga bisa menghibahkan beberapa meter untuk perluasan jalan makaa akan memudahkan proses pembangunan dan juga memudahkan orang masuk kawasan stadion,” katanya.

Kegiatan olahraga diharapkan menjadi salah satu tuas pengungkit bergeraknya perekonomian di Wonosobo. Sebab, dengan banyak kegiatan yang digelar akan menggerakan berbagai hal, baik dari sisi akomodasi, konsumsi dan juga sarana prasarana pendukung.

“Olahraga diharapkan mendukung pemulihan ekonomi,” katanya.

Diakui Afif, bahwa sarana dan prasarana pendukung olahraga di Wonosobo masih sangat minim, anggaran pembinaan juga masih cukup terbatas, padahal banyak event di tingkat kabupaten, provinsi maupun tingkat regional yang harus diikuti.

“Kita harus bersatu, kompak dan optimis, meski masih banyak sarana dan prasarana pendukung belum maksimal, tapi ke depan itu kita perbaiki terus, kita tingkatkan kualitasnya, termasuk anggaran dukungan untuk cabor, juga perlu mendapatkan perhatian,” pungkasnya. (gus)