Pembangunan RSUD RAA Tjokronegoro Diduga Bermasalah

LAPOR. Ketua DPD LSM Tamperak Kabupaten Purworejo saat menyerahkan laporan dugaan persoalan pembangunan RAA Tjokronegoro ke Kejaksaan. (Foto: lukman)
LAPOR. Ketua DPD LSM Tamperak Kabupaten Purworejo saat menyerahkan laporan dugaan persoalan pembangunan RAA Tjokronegoro ke Kejaksaan. (Foto: lukman)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Meski sudah mulai beroperasi dan bahkan saat ini menjadi rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Purworejo, proses pembangunan Rumah Sakit Tipe C Kabupaten Purworejo atau saat ini bernama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Tjokronegoro diduga bermasalah.

Dugaan permasalahan tersebut diendus oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (Tamperak) dan kemudian dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Purworejo, Kis (5/8)

Dalam laporannya, LSM Tamperak menyebut adanya dugaan pengkondisian pada lelang tender pembangunan RSUD Tjokronegoro tahap dua, tahun anggaran 2019. Laporan diterima oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Purworejo, Muhammad Arief Yunandi.

“Dari hasil kajian kami, ada dugaan pengkondisian pemenang lelang proyek pembangunan tahap dua RS Tipe C tahun anggaran 2019. Kami menemukan kejanggalan pada dokumen lelang, dimana perusahaan pemenang diduga tidak memiliki persyaratan lelang sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Ketua DPD LSM Tamperak Kabupaten Purworejo, Sumakmun, usai memberikan laporan.

Dalam laporannya, tertulis pihak yang diduga bertanggungjawab dalam kasus pengkondisian lelang proyek dengan nilai lebih dari Rp30 Miliar tersebut, diantaranya, Pokja Lelang RS Tipe C tahap 2 Purworejo, Dinas PUPR Purworejo, dan pemenang tender PT Adikarya Putra Cisadane (PT APS).

Sumakmun berharap dugaan kasus ini dapat ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri Purworejo. Pihaknya juga siap jika diminta membantu memberikan data pendukung sebagai petunjuk bagi penegak hukum dalam mendalami kasus ini.

“Data kami siap, dan kami sangat terbuka jika diminta penegak hukum untuk membantu,” katanya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Purworejo, Muhammad Arief Yunandi, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari LSM Tamperak terkait dugaan monopoli/pengkondisian lelang pembangunan RS Tipe C tahap 2 tahun anggaran 2019.

Artikel Menarik Lainnya :  Melirik Potensi Usaha Budidaya Tawon Klanceng

“(Kami) akan menindaklanjuti kepada pimpinan,” kata Arief. (luk)