Peluang Pasar Semakin Terbuka, Petani Milenial di Magelang Tertarik Budidayakan Kentang

PEMBUKAAN. Narasumber memberikan sambutan saat Bimtek Teknik Budidaya Pengolahan dan Pemasaran Kentang, Kamis (24/3)
PEMBUKAAN. Narasumber memberikan sambutan saat Bimtek Teknik Budidaya Pengolahan dan Pemasaran Kentang, Kamis (24/3)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM -Nilai ekonomi kentang saat ini menjadi tinggi. Banyak olahan kentang yang saat ini sangat diminati masyarakat dari berbagai generasi. Potensi pasar yang besar mendorong minat para milenial di Magelang untuk mulai membudidayakan kentang. Mereka didorong agar bisa menjadi wirausahawan, khususnya di sektor komoditas kentang.

Selain memproduksi, para petani muda diharapkan mampu mengolah sayuran tersebut menjadi camilan yang mulai digemari masyarakat.

Minat pasar masih sangat lebar. kafe, resto, hingga tempat nongkrong pinggir jalan pun banyak menawarkan menu olahan kentang variatif, misalnya french fries.

Belum lagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memproduksi aneka penganan seperti keripik kentang, kentang krispi, hingga kue donat. Bahkan, kulit kentang juga bisa disulap menjadi keripik lezat.

Menangkap peluang bisnis tersebut, anggota Komisi DPR RI Vita Ervia SE MBA memfasilitasi para petani muda dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) ’Teknik Budidaya Pengolahan dan Pemasaran Kentang’.

Bimtek tersebut merupakan kerja sama antara Vita dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Tengah VI dan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai mitra kerja.

Vita menuturkan, kentang merupakan salah satu hasil unggulan sayuran yang ada di Magelang, khususnya di wilayah dataran tinggi.

”Potensi di Kabupaten Magelang masih sangat terbuka lebar untuk dikembangkan lagi,” tuturnya dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, Kamis (24/3).

Dia menjelaskan, komoditas kentang diharapkan dapat berkembang. Baik di berbagai daerah di Indoenesia, tidak terkecuali Magelang yang lahannya sesuai untuk tanaman kentang.

”Sebagai bentuk dukungan peningkatan produksi kentang di Magelang, pada 2021 kami bersama Balitbangtan mengimplementasikan pola pembibitan dan budidaya yang tepat di Kecamatan Kaliangkrik,” jelasnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Bawang Merah dan Sayuran Umbi Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan M Syaifuddin A menyebut bahwa Indonesia berhasil swasembada kentang sejak 2018.

Selain kentang produksi, pihaknya mulai intens memperkenalkan dan menggenjot penanaman jenis kentang industri yang dikenal dengan nama kentang atlantik.

”Berbeda dengan kentang produksi, kentang atlantik kaya kandungan pati dan air, namun sedikit gula,” ujarnya.

Selain lebih menyehatkan, saat digoreng hasil kentang industri tersebut tidak hitam seperti kentang produksi.

“Jadi sangat cocok untuk misalnya disajikan sebagai menu french fries dan lain sebagainya,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan menambahkan, pada tahun 2021 Kabupaten Magelang memiliki lahan tanam kentang seluas 500 hektare.

”Produksinya sampai 5.727 ton,” paparnya.

Sebagai tambahan, sejumlah wilayah dataran tinggi di Kabupaten Magelang yang menjadi sentra tanam kentang di antaranya; Kecamatan Pakis, Ngablak, Kajoran, Sawangan, Kaliangkrik, dan Windusari. (hen)