Peluang Pasar Beras Organik Temanggung Sangat Menjanjikan, Permintaan Ekspor Belum Terpenuhi Semua

Peluang Pasar Beras Organik Temanggung Sangat Menjanjikan, Permintaan Ekspor Belum Terpenuhi Semua
Para petani di Temanggung saat menanam padi yang menghasilkan beras organik. Hal ini menjadi potensi baru lantaran sangat diminati pasar ekspor. Foto: rizal ifan chanaris.

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Wakil Bupati Temanggung, Heri Ibnu Wibowo mengklaim bahwa beras organik yang dihasilkan para petani lokal ternyata sangat diminati pasar ekspor, seperti Malaysia, Singapura dan Taiwan.

“Pemintaan beras organik ke beberapa negara saat ini masih kurang, harapannya kekurangan itu bisa dipenuhi oleh hasil panenan dari para petani lokal Kabupaten Temanggung. Ini adalah potensi luar biasa agar kesejahteraan petani padi organik meningkat karena harga jualnya juga sangat bagus,” katanya.

Ia menyebut, pengembangan padi organik menjadi salah satu solusi terbaik agar roda perekonomian petani terus berputar. Karena dengan sistem Jajar Legowo hasil panen dapat meningkat hingga 50 persen dari sistem pada umumnya.

Yakni mampu menghasilkan hingga 9 ton per hektarenya, atau naik 3 ton dari hasil panen pada umumnya yang hanya 6 ton per hektare.

“Khusus ke Taiwan itu permintaanya perbulan mencapai 300 ton, dengan permintaan yang potensial ini saya berharap padi organik ini terus dikembangkan di Temanggung, apalagi didukung dengan sumber daya alam yang sangat memadai. Dimana potensi lahan yang siap dikembangkan mencapai sekitar 400 hektare yang tersebar di Kecamatan Kaloran, Kedu, Tembarak, serta Selopampang,” imbuhnya.

Wibowo berharap, nantinya kelompok tani padi organik ini bisa menyebarluaskan program tersebut kepada kalangan petani lainnya, karena dengan sistem Jajar Legowo ini hasil panennya lebih banyak dan bahkan biaya penanaman, maupun perawatannya juga diklaim lebih murah.

“Saya berharap, program ini bisa disebarluaskan kepada petani di Temanggung, karena dengan sistem Jajar Legowo ini hasil panennya lebih banyak, dan biaya penananam maupun perawatannya juga lebih murah, karena tidak lagi menggunakan pupuk kimia. Dengan pertanian organik ini, maka akan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia yang sudah bertahun-tahun merusak unsur hara tanah,” pungkasnya. (riz)