Peluang jadi ASN Kandas, Akhirnya Novel Baswaden Cs akan Dipecat Per 30 September

sebanyak 75 dari 1.351 pegawai KPK dinyatakan TMS berdasarkan TWK yang digelar pada 18 Maret hingga 9 April 2021.
sebanyak 75 dari 1.351 pegawai KPK dinyatakan TMS berdasarkan TWK yang digelar pada 18 Maret hingga 9 April 2021.

JAKARTA,MAGELANGEKSPRES.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memberhentikan 56 orang pegawainya yang dinyatakan tak lolos dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk alih status menjadi ASN. Novel Baswedan cs bakal diberhentikan secara hormat pada 30 September 2021.”Terhadap enam orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dan diberi kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan namun tidak mengikutinya, maka tidak bisa diangkat sebagai ASN dan akan diberhentikan dengan hormat per tanggal 30 September 2021. Memberhentikan dengan hormat kepada 50 orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat per tanggal 30 September 2021,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (15/9).

Mantan hakim tipikor itu juga mengatakan KPK mengangkat dan melantik 18 orang pegawai lainnya menjadi ASN. Para pegawai KPK itu dilantik menjadi ASN setelah dinyatakan lulus dari diklat bela negara.”KPK akan mengangkat dan melantik 18 pegawai KPK yang telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan,” ujarnya.

Di samping itu, Alexander mengungkapkan KPK memberi kesempatan kepada tiga orang pegawai KPK yang baru menyelesaikan tugas luar negeri untuk mengikuti TWK. Ketiga orang tersebut akan mengikuti TWK pada 20 September 2021.”Memberi kesempatan kepada tiga orang pegawai KPK yang baru menyelesaikan tugas dari luar negeri untuk mengikuti asesmen tes wawasan kebangsaan yang akan dimulai 20 September 2021,” imbuhnya.

Namun begitu, Ketua KPK Firli Bahuri membantah mempercepat pemecatan secara hormat 56 pegawai yang dinyatakan tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Lembaga antirasuah mengatakan keputusan itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Proses pengalihan status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN) diketahui mesti dilakukan dalam jangka waktu dua tahun sejak UU Nomor 19 Tahun 2019 diundangkan pada Oktober 2019 lalu. Namun, pemberhentian secara hormat terhadap 56 pegawai tak lulus TWK dilakukan lebih cepat satu bulan atau pada 30 September 2021.”Kami tunduk pada undang-undang, jadi tidak ada istilah percepatan atau perlambatan sesaui keputusan saja,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Azis Syamsuddin Pilih Bungkam saat Ditanya Delapan "Orang Dalam" di KPK

Menurutnya pemecatan boleh dilakukan sebelum batas maksimal proses alih status rampung berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.”(Pemecatan dengan hormat) itu (cuma maju) setengah bulan,” ujar Firli.

Diketahui, sebanyak 75 dari 1.351 pegawai KPK dinyatakan TMS berdasarkan TWK yang digelar pada 18 Maret hingga 9 April 2021.

Sebanyak 18 pegawai di antaranya telah mengikuti serta dinyatakan lulus pendidikan dan pelatihan (diklat) bela negara dan wawasan kebangsaan. Mereka telah diangkat sebagai ASN serta penyelidik dan penyidik pada Rabu (15/9).

Sementara 56 pegawai lainnya bakal diberhentikan secara hormat pada 30 September 2021 mendatang lantaran dinyatakan TMS. Sedangkan satu pegawai TMS lainnya purnabakti atau pensiun pada Mei 2021. (riz/fin)