Pelantikan Dewan Kesenian Purworejo Diramaikan dengan Pentas Bersama

KIRAB. Pengurus DKP periode 2019-2022 dikirab sebelum menjalani pelantikan di Pendopo Wakil Bupati Purworejo, kemarin malam.
KIRAB. Pengurus DKP periode 2019-2022 dikirab sebelum menjalani pelantikan di Pendopo Wakil Bupati Purworejo, kemarin malam.

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Pengurus Dewan Kesenian Purworejo (DKP) periode tahun 2019-2022 dilantik, Sabtu (23/11) malam. Pelantikan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Purworejo di Kutoarjo diramaikan dengan pentas bareng oleh 7 komite DKP dan sejumlah sanggar seni.

Prosesi pelantikan dan pengukuhan dilakukan oleh Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH disaksikan perwakilan Forkopimda, kepala OPD terkait, Muspicam Kutoarjo, serta para tokoh dan budayawan Purworejo. Acara bertajuk Sawiji Greget malam itu diawali dengan kirab malam dan digelar terbuka sehingga masyarakat umum juga dapat menyaksikannya. Ketua DKP terlantik, Angko Setiyarso Widodo, bersama para pengurus lainnya tampil nyentrik dengan beragam pakaian adat nusantara.

Dari surat keputusan (SK) yang ditandangani Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM diketahui, ada sebanyak 57 orang pengurus DKP. Untuk menjalankan roda organisasi hingga tahun 2022 mendatang, Angko akan dibantu sekretaris Sumaryanto, bendahara Atta Bangkit Pinuji, serta 7 komite seni, dan sejumlah bidang.

Baca juga
Ada Desa yang Bergejolak, Pemkab Pastikan Tak Ada Pilkades Ulang di Kabupaten Magelang

Dalam sambutannya, Yuli Hastuti mengapresiasi konsep pelantikan DKP yang mampu menunjukkan persatuan dalam keberagaman. Menurutnya, penduduk Purworejo yang multi budaya, multi etnis, dan multi agama, pada hakikatnya merupakan potensi dan modal dasar untuk membentuk suatu kekuatan maksimal untuk mencintai dan membangun Kabupaten Purworejo.

“Oleh karena itu, selain mengelola budaya dan melestarikan kebudayaan dengan baik dan profesional, penting bagi kita memperkokoh ketahanan budaya, yang dalam pelaksanaannya melibatkan semua pihak, baik pemerintah, para pelaku, pemerhati dan segenap insan seni dan budaya maupun masyarakat luas,” ungkapnya.

Dalam kaitan itu, lanjutnya, Dewan Kesenian Purworejo diharapkan dapat menjadi penghubung antara generasi muda dengan ragam kebudayan daerah yang dimiliki oleh Kabupaten Purworejo. Sebab sebagian generasi muda saat ini menganggap kebudayaan daerah sudah ketinggalan zaman, sehingga perlu diberi kesadaran agar mereka dapat lebih mengenal dan mencintai kebudayaan daerah yang dimiliki.

Baca Juga
Tujuh Orang jadi Korban, Kedua Ormas di Temanggung Akhirnya Berdamai

“Selain itu, Dewan Kesenian diharapkan dapat menjadi tempat untuk menampung para pelaku seni dan budaya melalui berbagai kegiatan yang bersifat kreatif,” tandasnya.

Apresiasi sebaliknya disampaikan Angko Setiyarso Widodo kepada Yuli Hastuti yang telah bersedia hadir dan bahkan turut membaur bersama para seniman hingga acara berakhir pada larut malam. Menurutnya, adanya kebersamaan yang ditunjukkan para seniman malam itu meyakinkan bahwa kehidupan seni budaya di Purworejo ke depan akan semakin baik.

“Pelantikan ini kita isi dengan pentas bersama seluruh komite serta para pelaku dan sanggar seni.  Sengaja kita gelar di lokasi ini agar masyarakat luas juga bisa turut mengikuti,” katanya saat dikonfirmasi usai acara.

Angko menyebut, anggaran untuk DKP pada tahun 2020 yang diberikan Pemkab melalui alokasi belanja langsung Dinparbud mengalami penurunan dibanding tahun 2019, dari sekitar Rp99 juta menjadi sekitar Rp70 juta.  Hal tersebut menjadi perhatian khusus pengurus mengingat jumlah itu sangat minim untuk melaksanakan berbagai tugas dan fungsi DKP.

“Harapannya kalau memang pemerintah peduli, harus ada dukungan yang nyata, anggaran harus memadai, tidak seperti sekarang,” tandasnya. (top)