Pelaku Pemerasan yang Sempat Buron, Akhirnya Ditangkap di Kalimantan

GELAR PERKARA. Polres Temanggung melakukan gelar perkara penangkapan DPO kasus pemerasan di Kecamatan Kledung. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
GELAR PERKARA. Polres Temanggung melakukan gelar perkara penangkapan DPO kasus pemerasan di Kecamatan Kledung. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Tak butuh waktu lama, Kepolisian Resor (Polres) Temanggung berhasil membekuk TG (45) DPO kasus pemerasan di Kecamatan Kledung. Tersangka dibekuk di wilyah hukum Kalimantan saat berusaha melarikan diri dari kasus yang menjeratnya.

Kapolres Temanggung AKBP Agus Puryadi mengatakan, setelah berhasil menangkap tersangka AR (27) warga Kecamatan Kledung, petugas melakukan pengejaran terhadap tersangka TG. Dan akhirnya tersangka TG bisa diketahui keberadaannya.

“Tersangka ternyata berada di Kalimantan,” terang Kapolres saat gelar perkara, Senin (30/5).

Kebetulan lanjut Kapolres, dirinya pernah bertugas di Kalimantan, sehingga penelusuran dan penangkapan tersangka bisa segera ditangkap.

“Perjalanan dari Kalimantan ke Temanggung yang cukup memakan waktu yang lama,” terangnya.

Sebelumnya, kasus pemerasan di jalan raya Parakan-Wonosobo tepatnya di Desa Tlahab Kecamatan Kledung telah diungkap, barang bukti dari kasus ini juga sudah diamankan bersama tersangka AR (27).

Kasus ini bermula saat korban yakni DH warga Kecamatan Selomerto Wonosobo melakukan perjalanan ke Purwodadi dengan mengendarai truk, sesampainya di jalan raya Parakan Wonosobo tepatnya di Desa Tlahab dari arah Wonosobo, dari arah berlawanan ada sepeda motor yang melintas menyebrang.

“Sepeda motor Satria FU yang menyebrang secara mendadak itu dikendarai oleh dua tersangka tersebut, kemudian korban menepi dan berhenti kemudian di datangi oleh tersangka AR dan TG,” jelasnya.

Kemudian lanjut Kapolres, tersangka AR memukul korban DH sebanyak 1 kali di bagian bibir sebelah kanan korban. Kemudian tersangka TG memukuli korban yang masih dalam KBM truk dengan menggunakan sebuah buah paving block yang mengenai bagian kepala dan tangan korban sebanyak 10 kali.

Setelah itu lanjut Kapolres, TG menyeret korban keluar dari truk dan di bawa ke sebuah gang kampung kemudian korban di cekik lehernya dan dimintai uang karena terancam kemudian korban menyerahkan uang kepada TG.

“Tersangka AR menepikan mobil truk milik korban kemudian tersangka AR mengambil 1 buah handpone merk Redmi A4 warna hitam di dalam KBM truk. Selanjutnya korban di suruh pulang,” rincinya.

Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti di antaranya, satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU warna hitam Nopol AA 4956 DT, sebuah handpone dan paving block.

“Tersangka telah cukup bukti melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan Pasal 365 KUHPidana. Barang siapa, Melakukan pencurian, sertai atau di ikuti dengan kekerasan atau ancaman terhadap orang untuk mempermudah pencurian dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tutupnya. (set)