Pelajar Harus Bijak Gunakan Medsos

Pelajar Harus Bijak Gunakan Medsos
Kabagren Polres Purworejo, Kompol Suprihadi, menjadi Inspektur Upacara di SMP Negeri 2 Purworejo, kemarin. Foto: eko/Purworejo ekspres

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Berita bohong atau hoaks masih merebak dan menyerang semua kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua. Tidak hanya yang berpendidikan rendah, masyarakat berpendidikan tinggi pun rentan termakan atau menjadi korban hoaks. Karena itu, kalangan intelektual, khususnya pelajar harus mampu bijak dalam bermedsos.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabag Perencanaan (Kabagren) Polres Purworejo, Kompol Suprihadi, saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) di SMP Negeri 2 Purworejo, Senin (1/8). Upacara diikuti seluruh siswa, guru, serta dan karyawan SMPN 2 Purworejo.

“Semua kalangan masyarakat di era digital ini rentan terserang hoaks. Bahkan, banyak juga orang yang berpendidikan tinggi juga ikut termakan dan menyebarkan hoaks,” katanya.

Menurut Suprihadi, merebaknya hoaks dipicu salah satunya oleh rendahnya literasi masyarakat, baik kemampuan membaca maupun menulis. Hal itu diperparah dengan rendahnya kesadaran dalam menggunakan media sosial (Medsos).

“Gunakan media sosial dengan bijak sesuai kegunaan serta tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar. Pastikan kebenarannya agar tidak menjadi korban kejahatan maupun perpecahan,” tegasnya.

Salah satu contoh bermedsos dengan bijak yakni memanfaatkannya untuk menyampaikan informasi-informasi positif, seperti prestasi. Selanjutnya, pesatnya era digital harus diimbangi dengan kemampuan untuk belajar. Berbagai layanan digital harus dapat mendukung prestasi, baik akademik maupun nonakademik.

“Jadi manfaatkan Medsos untuk hal-hal positif,” terangnya.

Pada bagian lain, Suprihadi menyampaikan pesan tentang Kamtibmas Kamseltibcarlantas serta motivasi meraih cita cita bagi siswa. Pihaknya menekankan pentingnya penggunakan helm pengaman dan tertib berlalu-lintas atas dasar kesadaran.

“Tertib berlalu lintas itu jangan karena disebabkan takut ditilang polisi atau dirazia, tetapi demi keselamatan. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka kepala kita akan terlindungi dari benturan dengan aspal,” tandasnya.

Pada upacara bendera tersebut juga dilakukan penyerahan piala kejuaraan Tenis Lapangan Pelti tingkat Kabupaten Purworejo kepada dua siswa, yakni Bernando Alkhairul Wiranata siswa Kelas 9 E sebagi juara 1 dan Mahameru Gladi Wirottama, siswa Kelas 9F sebagai Juara 2. Ada pula beberapa kejuaraan pada kegiatan akhir semester genap.

Upacara bendera dilanjutkan dengan pemberian motivasi khusus bagi pengurus kelas dan OSIS di ruang kelas sebagai konselor sebaya. (top)