Pekan Kedua PPKM Mikro, Angka Kesembuhan 92 Persen

DISINFEKTAN. Plh Walikota Magelang Joko Budiyono saat membuka kegiatan penyemprotan disinfektan massal di Polres Magelang Kota, Jalan Alun-alun Selatan.

 MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang sudah berjalan dua pekan di Kota Magelang terbukti efektif. Selama beberapa hari, Kota Magelang mencatatkan nihil kasus konfirmasi baru. Pembaharuan pada Jumat (19/2), pukul 12.00 WIB bahkan, angka kesembuhan memecahkan rekor mencapai 92 persen.

Sejak kasus Covid-19 ditemukan pertama kali pada Maret 2020 lalu, sampai dengan saat ini, sebanyak 1.907 kasus ditemukan. Dari jumlah itu, para penyintas yang berhasil sembuh mencapai 1.758 pasien atau 90 persen. Sementara angka kematian juga turun menjadi 4,3 persen, dibandingkan sebelum PPKM yang mencapai 5 persen.

Plh Walikota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, sejauh ini PPKM Mikro dan pencanangan Kampung Tangguh di wilayah ini berjalan efektif. Hal itu ditunjukkan dengan partisipasi pemangku kepentingan yang sama-sama kompak untuk mengendalikan penyebaran virus ini.

”Sosialisasi protokol kesehatan begitu masif dilakukan semua pihak, mulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga, tingkat RT, kelurahan, dan masyarakat umum di Kota Magelang. Oleh karena itu, angka kesembuhan di Kota Magelang sekarang menjadi tinggi, dan angka kematian berhasil kita turunkan,” kata Joko, kemarin.

Baca Juga
Hati-hati ! Penipuan Berkedok BPJS Kesehatan Marak Lagi

Dia juga meminta, kepada Lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Puskesmas, dan kader PKK untuk memetakan kondisi zonasi Covid-19 di wilayah masing-masing. Sebab dari data tersebut, akan membantu Pemkot Magelang membuat kebijakan tepat menangani pandemi Covid-19.

”Keabsahan data ini menjadi landasan kebijakan Pemkot Magelang guna menangani penyebaran Covid-19. Jadi, saya harap, masyarakat pemangku kepentingan dan petugas di lapangan, untuk bersama-sama menyajikan data yang akurat,” ucapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang itu menambahkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari. Upaya penyemprotan desinfektan massal di seluruh Kota Magelang itu juga merupakan langkah edukasi kepada masyarakat.

Artikel Menarik Lainnya :  Bus Maju Makmur Terbakar di Garasi, Beruntung Tak Ada Penumpang

”Kegiatan ini akan mengingatkan kepada masyarakat bahwa kita ini masih dalam masa pandemi Covid-19, sehingga masyarakat harus berhati-hati, 5M, dan jaga protokol kesehatan, kapanpun dan dimanapun. Pemkot Magelang semakin serius mengoptimalkan 3T (tracing, test, treatment),” ujarnya.

Sejak diberlakukan PPKM Mikro, tim gabungan dari Pemerintah, TNI, Polri, dan unsur masyarakat telah beberapa kali melaksanakan penyemprotan desinfektan massal untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu, operasi yustisi sebagai upaya penegakan protokol kesehatan dan pengawasan kegiatan masyarakat juga intensif dilaksanakan selama masa PPKM maupun PPKM Mikro yang berlaku pada 9-22 Februari 2021.

Joko berharap upaya-upaya yang bersifat masif ini dapat dilaksanakan secara persuasif, terukur, dan terus menerus. Hal ini akan membuat zona skor indikator epidemiologi di Kota Magelang terus membaik.

”Saya harapkan ini berjalan terus menerus, sehingga Covid-19 di Kota Magelang bisa dikendalikan,” katanya.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana mengaku pihaknya masih intensif menggelar operasi yustisi selama masa PPKM Mikro. Skala pengawasan ditingkatkan untuk mencegah pelanggaran protokol kesehatan, terutama di tempat-tempat publik.

”Kita terjun ke lapangan hampir setiap hari secara bergantian. Kalau patroli juga kita tingkatkan terutama di jam-jam pembatasan operasional. Besar upaya ini untuk mencegah adanya kerumunan dan pelanggaran tentang protokol kesehatan,” terangnya.

Menurut Singgih, pelanggaran protokol kesehatan selama dua pekan PPKM Mikro di Kota Magelang ini mengalami penurunan kasus. Ia menyebut, dominasi pelanggaran masih dilakukan secara individual.

”Secara umum tidak memakai masker masih menjadi pelanggaran terbanyak. Kalau berkerumun, masih ada tapi hanya sedikit sekali. Kita tidak berhenti mengedukasi dan menyosialisasi tentang 5M dan protokol kesehatan,” jelasnya. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  Tanpa harus Datang ke Kantor, BPJS Kesehatan Magelang Tingkatkan Layanan Online