Pedagang Kota Magelang Ketiban Berkah di Pasar Rakyat Gelora Sanden

TINJAUAN. Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz didampingi Wakil Walikota KH Mansyur meninjau stand UMKM yang ada di PRGS, Minggu (25/9). (foto : dok prokompim kota magelang)
TINJAUAN. Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz didampingi Wakil Walikota KH Mansyur meninjau stand UMKM yang ada di PRGS, Minggu (25/9). (foto : dok prokompim kota magelang)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Melandainya pandemi Covid-19 jadi harapan baru para pedagang mikro dan kecil di Kota Magelang. Setelah dua tahun terpojok pandemi Covid-19 dan minus pendapatan, mereka akhirnya ketiban berkah lagi di Pasar Rakyat Gelora Sanden (PRGS) di kawasan Sport Center, Sanden, Kelurahan Kramat Selatan, Magelang Utara, Minggu (25/9).

PRGS merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Magelang, pemerhati usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Magelang, masyarakat Sanden, masyarakat umum, dan stake holders lainnya.

Rudi (42), warga Sanden, Kramat Selatan, tak putus menerima uang pecahan Rp50.000 dan Rp20.000 dari istrinya saat pengunjung memadati stan dagangan mereka. Pedagang soto ayam dan gorengan itu segera mencari uang pecahan kecil dari laci dan memberikan kepada istrinya sebagai uang kembalian.

Istrinya sibuk melayani pembeli dan membungkus soto ayam yang dipesan sehingga tak sempat lagi mencari uang kembalian. Jika pembeli memberikan uang pas, uang itu langsung masuk ke saku celemek yang dikenakan sang istri.

”Alhamdulillah, dari pagi sampai siang ini ramai terus pembeli. Kami yang berjualan jadi bersemangat lagi,” katanya.

PRGS merupakan event olahraga yang diramaikan dengan pentas budaya, serta bazar makanan dan UMKM setiap hari Minggu. Ada seratusan stan kuliner dan stand dagang lainnya.

Pasar dibuka pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Pengunjung memadati pasar tersebut mulai dari pagi hingga siang hari. Tak sedikit pengunjung yang mendatangi lapaknya usai melakukan kegiatan olahraga.

Pasar Rakyat itu mengawali kebangkitan ekonomi. Sebab sebelumnya kegiatan jual beli seperti mati suri. Dua tahun nyaris tidak ada event apapun karena kasus Covid-19 masih dalam tahap mencemaskan.

”Rencananya (PRGS) mau dibuka tahun 2021 kemarin, tapi dibatalkan,” kata Rudi.

Siwi Dwi Ardina, pedagang makanan yang biasa berjualan di kantin sekolah, pun kena imbas. Ia tak mendapatkan penghasilan berminggu-minggu selama pandemi.

“Bersyukur sekarang ada PRGS sehingga saya bisa jualan di sini. Harapannya bisa diadakan tiap minggu,” ujarnya.

Meski, pendapatannya belum kembali seperti dulu lagi, tapi ini bagian dari ikhtiarnya. Terlebih saat ini dia juga memiliki lapak di ruas jalan Lapangan Rindam IV/Diponegoro.

“Belum ramai di sini (PRGS). Kemungkinan karena baru pertama kali. Kalau konsisten, saya yakin nanti akan ramai,” katanya.

Pegiat PRGS dari PWI Kota Magelang, Asef Farid Amani menjelaskan, pembukaan event perdana ini dimeriahkan berbagai kegiatan antara lain senam bersama 6 instruktur dari LPK Yulis Studio, lomba mewarnai tingkat TK, dan pentas seni Reog dari Singo Cahyo Manunggal Kampung Bayeman.

“Untuk senam bersama diadakan tiap minggu sedangkan lomba mewarnai dan pentas seni diadakan periodik,” kata Asef.

Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz, yang hadir membuka PRGS perdana mengatakan, dirinya sangat bersyukur pandemi Covid-19 sudah tidak menunjukkan lagi tingkat keparahan tinggi. Oleh karena itu, kegiatan semacam pasar rakyat dan Car Free Day (CFD) bisa digelar secara kontinyu setiap pekan di Sport Center Kota Magelang.

“Ini menjadi ajang strategis untuk menghidupkan pedagang UMKM. Terlebih lagi, pasar rakyat yang berada di kompleks Gelora Sanden, sehingga selain olahraga, ekonomi kecil kita pun akan terangkat,” tandasnya.

Menurutnya, arena PRGS tidak hanya untuk aktivitas masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi lokasi pedagang UMKM menjajakan produknya.

”Harapannya PRGS terus berlanjut, sehingga dapat menghidupkan UMKM di Kota Magelang. Ini juga jadi upaya menurunkan kemiskinan dan pengangguran. Kalau bisa ke depan ajak sekolah-sekolah untuk tampil seni budaya di sini. Biar mereka terlibat,” ungkap dia.

Menurut dr Aziz, tujuan awal Sunmor memang mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Namun, dalam perjalanannya banyak masyarakat menampilkan kreativitas serta mengembangkan apa yang mereka miliki.

”UMKM cukup pesat pertumbuhannya di Kota Magelang, seperti kuliner, kerajinan tangan, batik, dan lain sebagainya. Jadi kegiatan PRGS bisa menjadi ladang bagi mereka untuk promosi dan meningkatkan penjualan mereka,” tandasnya. (prokompim/kotamgl/des)