Pedagang eks-CFD Rindam Kembali dengan Nama Pasar Baru

JUALAN. Para pedagang yang dulu menempati kompleks Rindam IV/Diponegoro karena adanya CFD, kini mereka kembali dengan istilah lain yaitu Pasar Baru.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Car Free Day (CFD) setiap Minggu di kompleks Rindam IV/Diponegoro memang sudah ditutup sejak awal pandemi lalu. Namun tidak untuk para pedagang tiban, yang selama ini menjadikan kawasan CFD untuk mendapatkan pendapatan. Sejak Minggu (7/3) segelintir pedagang mulai menjajakan dagangan mereka, kendati tidak ada aktivitas olahraga.
Joko Sutresno (30), salah satu pedagang mengatakan, dibukanya lapak ini bukan dalam rangka CFD. Akan tetapi, sudah memiliki nama baru, yakni Pasar Baru yang memiliki sistem berbeda dari CFD atau Sunmor.
“Kita mulai buka awal Februari lalu dengan nama Pasar Baru. Kalau CFD masih diliburkan sejak 13 Maret 2020 lalu, karena pandemi Covid-19,” katanya, kemarin.
Ia menjelaskan, Pasar Baru berbeda dari Sunmor atau CFD. Kalau istilah CFD/Sunmor tidak diperbolehkan selama pandemi, tetapi tidak ada larangan bagi para pedagang di pasar.
“Waktu buka kita lebih lama dari jam 06.00 sampai 11.30, sedangkan saat CFD hanya sampai jam 10.00 WIB. Dari petugas juga beda, kalau CFD ada dari Satpol PP, Polisi, dan Dishub. Sementara Pasar Baru petugasnya hanya dari pihak Rindam saja,” katanya.
Joko menyebutkan, lokasi jualan saat Pasar Baru dibatasi hanya di sepanjang kali dan depan Plengkung saja. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kerumunan dan mensterilkan lapangan dari pengunjung. “Jumlah pedagang juga terbatas. Pedagang yang absen tiga kali berturut-turut akan dikosongkan dan diganti lapak yang baru. Ukuran lapak 2 meter, tapi yang untuk jualan hanya 1,5 meter, sedangkan sisanya untuk jaga jarak dengan lapak lainnya,” jelasnya.
Senada disampaikan Dian (35) pedagang di Pasar Baru bahwa dirinya sudah bisa berjualan di kawasan Rindam IV/Magelang setiap hari Minggu pagi. Namun, istilahnya bukan CFD atau Sunmor, melainkan Pasar Baru dengan lokasi dan jumlah pedagang terbatas. “Jarak antara pedagang diatur agar tidak berhimpitan. Berbeda kalau CFD/Sunmor antarpedagang sangat rapat. Ini supaya bisa menerapkan jaga jarak,” tuturnya.
Sementara itu, Ana (20), salah satu pengunjung mengaku, lokasi Pasar Baru ini dinilai lebih strategis, karena memanjang di area pintu masuk Rindam dari sisi barat. Menurutnya, itu tidak terlalu berkerumun. “Cuma tidak enaknya karena ada kendaraan bermotor yang lalu-lalang, sehingga tidak bebas saat melihat apa yang dijual di sini. Soal berkerumun mungkin tidak terlalu, tapi ada rasa khawatir juga kalau pengunjungnya terlalu padat bisa mudah dalam penularan virus,” ungkapnya. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  Masih Pandemi, Haul Syekh Subakir Diadakan Sederhana