Pedagang dan Pembeli Dihukum Push up

YERI NOVELI/RADAR SLAWI DIHUKUM - Pedagang dan pengunjung pasar tradisional memilih hukuman push up karena tidak memakai masker,
YERI NOVELI/RADAR SLAWI DIHUKUM - Pedagang dan pengunjung pasar tradisional memilih hukuman push up karena tidak memakai masker,

MAGELANGEKSPRES.COM,SLAWI – Sejumlah pedagang dan pengunjung pasar tradisional terpaksa mendapat hukuman push up. Hal itu karena mereka dipergoki tidak mengenakan masker. Hukuman ringan ini dilakukan saat Bupati Tegal Umi Azizah bersama Anggota Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal melakukan operasi penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan di sejumlah pasar tradisional, kemarin. “Mereka yang kedapatan melanggar langsung kita kenai sanksi hukuman disiplin secara terukur,” kata Umi, di sela-sela kegiatan. Umi menjelaskan, sanksi hukuman disiplin itu telah diatur dalam Peraturan Bupati Tegal Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal. Sanksinya mulai dari yang terendah yakni teguran lisan, menyanyikan lagu nasional atau melafalkan sila Pancasila hingga sanksi sosial membersihkan lingkungan sekitar. Namun, para pelanggar ada yang memilih push up ketimbang membersihkan lingkungan pasar. Pada giat operasi kali ini, pelanggar mayoritas pengunjung pasar. “Sementara pedagang sudah lebih disiplin mengikuti aturan yang ada, meski masih juga kita jumpai pedagang yang tidak mengenakan maskernya, padahal ada tapi hanya dikalungkan,” ujar Umi. Jumlah pasien yang terkonfirmasi di Kabupaten Tegal masih terus bertambah. Karena itu, Umi tak menghendaki interaksi di lingkungan pasar berkembang menjadi klaster penularan baru. Pasar merupakan tempat yang kerap dikunjungi masyarakat. Jumlah pengunjungnya mencapai ratusan bahkan ribuan. Siapa pun tidak pernah tahu kondisi kesehatannya bagaimana. Untuk mencegahnya, maka perilaku warga pasar harus dirubah. Pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun. “Kami akan menyampaikan informasi tentang Covid-19 ini secara terus-menerus melalui berbagai media komunikasi. Kami yakin, mereka akan sadar dan bisa melindungi diri sendiri dan orang lain,” ucapnya. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Tegal Suspriyanti saat mendampingi bupati mengaku acapkali menyampaikan informasi ihwal protokol kesehatan kepada para pedagang dan pengunjung pasar. Bahkan diawal pandemi, pihaknya sudah membagikan masker kain kepada para pedagang maupun pengunjung yang kebetulan tidak mengenakan masker. Sarana cuci tangan juga sudah disiapkan di depan pintu masuk pasar. “Awalnya memang ada petugas yang mengarahkan siapa saja yang masuk dan keluar pasar untuk mencuci tangan dan dicek suhu badannya. Tapi, karena jumlah personil kami terbatas, sementara tanggung jawab mereka mengelola pasar juga banyak, maka pendekatannya kita alihkan secara persuasif dan personal saat bertemu pedagang maupun pengunjung,” tukasnya. (yer)

Artikel Menarik Lainnya :  Terwujud! Pemilik Kapal di Obyek Wisata Waduk Cacaban Akhirnya Punya PAS Sungai dan Danau