PBJ Setda Deklarasikan Zona Integritas

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat
PIMPIN. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat memimpin apel karyawan dalam rangka Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda di halaman Sasana Adipura Kencana,

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Wonosobo gelar Pencanangan Pembangunan Zona Integritas. OPD lain diminta segera melakukan hal serupa, sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan yang lebih baik.

“Saya minta OPD lain segera menyusul apa yang sudah dilakukan PBJ. Yaitu, pencanangan zona integritas menuju WBK dan WBBM,” kata Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, kemarin.

Bupati memipin apel karyawan dalam rangka Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda, di halaman Sasana Adipura Kencana, Senin pagi (29/30). Hadir dalam acara itu, wakil bupati Wonosobo, ketua Komisi A DPRD  dan Jajaran Forkompimda

Menurutnya, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa dapat senantiasa menjaga komitmen dan integritas demi mewujudkan tujuan mulia, yakni Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Semua OPD yang lain di lingkungan Pemerintah Kabuputen Wonosobo harus segera menindaklanjuti dan melaksanakan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM.

“Saya minta ini segera ditindak lanjuti ke OPD yang lain. Silahkan Pak Sekda rumuskan cepat semua OPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo harus segera mencontoh apa yang sudah dilakukan hari ini. Kita sebagai perangkat daerah sudah sepatutnya senantiasa meningkatkan perbaikan di bidang tata kelola birokrasi untuk mengoptimalkan kinerja, fokus pada tugas dan fungsi, hindari perbuatan yang menyimpang,” tegasnya.

Baca Juga
Lawan Terorisme dan Rawat Tolerasi Beragama

Dijelaskan, zona integritas merupakan salah satu bentuk implementasi reformasi birokrasi yang bertujuan untuk melaksanakan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien, serta akuntabel. Sehingga pelayanan masyarakat dapat terlaksana secara cepat, tepat, dan profesional. Sebagaimana tercermin dalam tiga sasaran utama Reformasi Birokrasi yaitu birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang kapabel, dan pelayanan publik yang prima.

Artikel Menarik Lainnya :  PTM Sudah Jalan, Vaksinasi Pelajar di Wonosobo Masih Cukup Rendah

“Jadikan sasaran utama ini sebagai sasaran yang harus diwujudkan juga, akan lebih baik jika tidak hanya di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa yang hari ini mencanangkan Pembangunan Zona Integritas, namun juga diterapkan oleh seluruh Perangkat Daerah di Kabupaten Wonosobo,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Wonosobo, Suwondo Yudhistiro yang mewakili Ketua DPRD menyampaikan, korupsi di Indonesia termasuk tertinggi di Asia Tenggara. Menurut Wondo, jika kembali ke jati diri bangsa, hal tersebut sangat bertentangan, karena bangsa ini adalah bangsa yang berketuhanan dan beragama, maka tingginya angka korupsi di Indonesia ini bertolak belakang dengan nilai-nilai ajaran luhur yang dianut bangsa Indonesia.

“Negara ini didirikan bertujuan untuk mencerdaksan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum dan seterusnya, sehingga tujuan mulia itu akan bisa tercapai ketika komitmen para penyelenggara negara harus benar-benar mengabdikan dirinya di dalam menyelenggarakan pemerintahan ini dengan sebaik-baiknya, dan harus memiliki komitmen untuk melaksanakan tugas dan kwajiban sebagai abdi negara, abdi masyarakat, abdi pemerintah dengan sebik-baiknya sehingga bisa menuju cita-cita nasional pendiri bangsa,” tegasnya.

Menurutnya, Bangsa Indonesia lahir sebagai bentuk anti tesis terhadap penjajahan dari negara asing yang kita anggap sebagai suatu pemerintahan yang korup dan menyengsarakan rakyat, maka sudah barang tentu semua lapisan masyarakat termasuk ASN  yang hidup dan mengabdi kepada negara ini harus memberikan kontribusi yang terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara,

“Oleh karena itu komitmen kita semua, di DPR, Forkopimda dan semua jajaran ASN, adalah bersama meneguhkan dalam hati untuk tidak melakukan KKN,” ajaknya.

Ia mengingatkan bahwa apapun yang kita lakukan, pengabdian kita sebagai abdi negara dan masyarakat, semua pada hkikatnya akan di pertanggungjawabkan kepada  Tuhan Yang Maha Esa.

Artikel Menarik Lainnya :  Diamuk Si Jago Merah, Rumah Milik Lansia di Dieng Jadi Abu

“Nilai spiritualitaas ini lah yang tertinggi yang akan mengawasi, dimanapun kita berada akan berpegang teguh nilai agama, UUD dan aturan lainya sehingga menjadi abdi negara yang baik dan nantinya akan berakhir husnul khotimah, semoga komitmen ini bisa dijaga dan dipertahankan dengan sebaiknya,” pungkasnya. (gus)