Patroli Malam, TNI-Polri Bagikan Sembako pada Warga Terdampak Covid di Temanggung

MEMBAGIKAN. Tim Gabungan membagikan sembako kepada PKL saat melakukan patroli akhir, pekan kemarin. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
MEMBAGIKAN. Tim Gabungan membagikan sembako kepada PKL saat melakukan patroli akhir, pekan kemarin. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Patroli malam yang dilakukan oleh TNI/Polri, pada masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dilakukan sembari membagikan sembako kepada masyarakat terdampak PPKM.

Namun demikian, selama dilakukan patroli malam, petugas gabungan juga tetap menerapkan aturan yang berlaku di masa PPKM berjalan.

“Kami masih menemukan sejumlah masyarakat yang nongkrong warung, dan masih ada warung yang buka dengan melayani pembeli makan di tempat,” kata Kapolres Temanggung AKBP Burhanuddin, saat memimpin patroli, Sabtu (24/7) malam.

Atas temuan ini, pihaknya memberikan teguran dan langsung menyarankan kepada masyarakat serta pemilik warung untuk menaati dan melaksanakan disiplin protokol kesehatan (prokes).

“Disiplin prokes terus kami sampaikan kepada masyarakat, karena disiplin prokes ini menjadi salah satu cara paling efektif mencegah penyebaran dan penularan Covid-19,” katanya.

Patroli malam yang dilakukan Polres Temanggung bersama Kodim 0706/Temanggung, Patroli Skala Besar dan salurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Patroli Skala Besar dilakukan dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19 dengan memperketat pelaksanaan PPKM antara lain melalui pendisiplinan masyarakat untuk mematuhi prokes guna memutus rantai Penyebaran Covid-19 khusunya di wilayah Kabupaten Temanggung.

Selama pelaksanaan patroli masih ditemukan warga tidak mematuhi prokes seperti membeli makanan di makan di tempat (warung) dan banyak pemuda nongkrong di angkringan sehingga dilakukan tindakan tegas sesuai aturan hukum berlaku.

“Penyaluran bantuan sosial ini akan terus berlanjut dilaksanakan dengan sasaran masyarakat kurang mampu, dengan tujuan dapat meringankan kebutuhan sehari-harinya,” tutup Kapolres.

Carito salah satu pedagang di wilayah Kota Temanggung menuturkan, selama PPKM dirinya hanya membuka warung sampai jam 20.00 WIB. Namun sejak tanggal 23 Juli dirinya menutup warungnya pada pukul 21.00 WIB.

Artikel Menarik Lainnya :  17.639 Pekerja Swasta di Temanggung Telah Divaksin Covid-19

“Saya berusaha menaati aturan saja, meskipun memang pada kenyataanya warung jadi sepi,” keluhnya.

Menurutnya, sembako yang diterimanya saat dilakukan patroli malam sudah cukup meringankan beban dirinya. Setidaknya untuk bahan pokok tidak harus beli dalam satu pekan ke depan.

“Semoga saja ada kelanjutannya, sehingga masyarakat seperti saya ini bisa terbantu,” harapnya. (set)