Pasutri Tewas Ditabrak KA Kamandaka

RUSAK PARAH – Sepeda motor yang digunakan korban mengalami rusak parah akibat kerasnya benturan dengan kerata api.
RUSAK PARAH – Sepeda motor yang digunakan korban mengalami rusak parah akibat kerasnya benturan dengan kerata api.

MAGELANGEKSPRES.COM,SLAWI-Perlintasan sebidang Kereta Api (KA) tanpa palang pintu yang beradadi Desa Pepedan, Kecamatan Dukuhturi kembali memakan korban jiwa. Kali ini, pasangan suami istri (pasutri), Dasiki, 53, dan Suneti, 55, warga Desa Lawatan, Kecamatan Dukuhturi tewas ditabrak KA Kamandaka, Jumat (21/8) sekitar pukul 06.50. Sebelum kejadian, korban yang berboncengan dengan sepeda motor Yamaha Mio nopol B 6503 EED hendak menyebrang dari timur ke barat. Naas, di waktu bersamaan melintas KA Kamandaka dengan nomor loko CC2108325 dari selatan ke utara. Kerasnya benturan membuat kedua korban meninggal di lokasi kejadian.

Kapolres TegalAKBPMuhammad Iqbal Simatupang SIK melalui Kapolsek Dukuhturi Iptu Bambang Marsudianto membenarkan kejadian tersebut. Begitu mendapatkan laporan, pihaknya langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi korban yang meninggal di lokasi untuk selanjutnya dibawa ke RSI PKU Muhammadiyah, Singkil, Adiwerna.

“Kedua korban mengalami luka parah di bagian kepala,” katanya.

Munawar, 52, warga setempat mengungkapkan jika kecelakaan yang melibatkan kendaraan bermotor dengan kereta api di perlintasan tersebut bukan kali ini terjadi. Menurut dia, sudah cukup banyak jatuh korban jiwa akibat kecelakaan di sana.

Umumnya, kata dia, posisi kereta yang melintas, baik dari utara maupun selatan tidak terlihat oleh pengendara yang akan menyebrang di perlintasan tanpa palang pengaman tersebut. Kecepatan kereta api yang tinggi membuat pengendara tidak bisa menghindar sehingga terjadi kecelakaan yang merenggut korban jiwa. Salah satunya yang dialami pasangan suami istri tetangga desanya tersebut. Kedua korban mengalami luka parah. Sepeda motor yang dikendarai korban juga mengalami kerusakan parah akibatnya kerasnya benturan.

Dari kejadian yang ada, dia berharap agar ada solusi dari pihak terkait untuk menjaga keamana bersama. Apakah dengan membuat palang pengaman atau sejenisnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Momen Lucu di Ajang Bank Jateng Tilik Candi, Ganjar Pranowo Berselebrasi di Finish Pertama, Seakan-akan Dia Juara

“Jangan sampai ada korban lagi di perlintasan tersebut,” ungkapnya. (her/gun)