Pasien Positif Corona Melonjak Tajam

Pasien Positif Corona Melonjak Tajam
Pasien Positif Corona Melonjak Tajam

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Pasien positif Covid-19 di Kota Magelang melonjak tajam. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang menyebut adanya 20 tambahan kasus baru selama dua pekan terakhir, sehingga secara komulatif tercatat sebanyak 53 kasus. Selain itu, korban meninggal dunia juga bertambah menjadi 15 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang dr Majid Rohmawanto mengatakan, satu pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia ini sebelumnya seorang pasien dalam pengawasan (PDP).

“Ibu MS berusia 70 tahun ketika meninggal statusnya PDP, tapi hasil swabnya keluar dan dia dinyatakan positif,” kata Majid, Minggu (2/8).

Rupanya, MS juga menulari kakaknya, MAR (84) tahun, sehingga dia dinyatakan positif Covid-19. Kemarin, MAR diketahui meninggal dunia karena corona.

“Jadi ada dua meninggal dunia dari Kemirirejo dan masih saudara, yaitu adik dan kakak yang sama-sama lanjut usia dan punya kormobid (penyakit bawaan),” jelasnya.

Total saat ini, pasien Covid-19 Kota Magelang yang meninggal dunia sebanyak 6 orang. Masing-masing satu orang dari Kedungsari, Magersari, Gelangan, Jurangombo Selatan, dan 2 orang dari Kemirirejo.

Ia juga menjelaskan tambahan 20 kasus ini, didominasi usai satu keluarga bepergian ke luar kota. Awalnya Ny AL menjadi pasien positif pertama berasal dari Kedungsari, Magelang Utara.

Baca Juga
PKS Bakal Dukung Incumbent dalam Pilkada Purworejo

“Saat ini jumlahnya terus bertambah, dari hasil tracing yang kami lakukan. Total dari Kedungsari ada tambahan 15 orang, dan 1 orang tambahan berasal dari Kemirirejo. Yang dari Kemirirejo ini adalah putri dari PDP meninggal dunia yang kemudian hasilnya keluar dan dinyatakan positif. Untuk kasus komulatif positif Covid-19 sampai dengan sekarang sebanyak 53 orang,” ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Utamakan Bantuan Kesehatan dan Logistik! Inilah Perintah Jokowi Tangani Korban Erupsi Semeru

Dari ke-53 kasus ini, 6 di antaranya meninggal dunia, 29 orang sembuh, dan 18 orang masih dirawat. Untuk PDP, jumlah kasus meninggal dunia menjadi 8 kasus, 64 orang sembuh, dan 1 orang dirawat, serta 1 orang dirujuk, sehingga totalnya 74 kasus.

Terus meningkatnya jumlah warga positif Covid-19 itu karena pihaknya terus melakukan penelusuran (tracing) dan pemeriksaan tes swab bagi warga yang suspek.

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kata dia, diharapkan peran serta masyakat dan menerapkan protokol kesehatan terutama menggunakan masker dan menjaga jarak serta rajin mencuci tangan.

“Protokol kesehatan harus diterapkan guna memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Tidak kalah penting jangan berpergian, berwisata ke luar daerah dulu, jangan menerima tamu dari luar dulu,” katanya.

Majid menuturkan, tambahan 20 kasus selama dua pekan ini adalah yang terbanyak sejak pasien positif pertama diketahui pada 26 Maret 2020 lalu.

Padahal, Kota Magelang sempat mencatat rekor nihil pasien positif selama sebulan lebih sejak sejak 14 Juni sampai dengan akhir Juli 2020, sehingga dianggap menjadi daerah dengan zona hijau, dan bersiap menuju adaptasi kebiasaan baru.

Namun, adanya lonjakan kasus ini membuat tim Gugus Tugas harus lebih ekstra menangani pasien di seluruh rumah sakit. Meskipun untuk kembali meraih zona hijau tak mudah didapatkan.

“Yang jelas ketersediaan ruang isolasi pasien Covid-19 masih tersedia. Begitu juga dengan tenaga kesehatannya. Kita berdoa agar pasien ini segera sembuh, sehingga Kota Magelang hijau kembali,” pungkasnya. (wid)