Pasar Malam, Pengobat Rasa Kangen bagi Generasi 90-an

Pasar Malam, Pengobat Rasa Kangen bagi Generasi 90-an
Pasar malam yang digelar di Lapangan Maron Temanggung ini ramai dikunjungi masyarakat yang cukup lama haus akan hiburan bernuansa “Zaman Old”. Foto: rizal ifan chanaris.

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Generasi 90-an pasti sudah tak asing lagi dengan arena hiburan bernama pasar malam. Ya, di era tahun tersebut, gebyar pasar malam sangat terasa. Selain ditunggu-tunggu kehadirannya, hiburan rakyat yang satu ini juga dianggap sebagai sebuah oase di tengah padang pasir oleh mayoritas kalangan.

Meski pamornya tak sehebat pada era kejayaannya, namun pasar malam tetaplah menjadi sebuah magnet tersendiri bagi seluruh kalangan masyarakat. Seperti yang terlihat pada perhelatan pasar malam di Lapangan Maron Temanggung yang telah dimulai sejak beberapa waktu lalu dan akan berakhir pada tanggal 11 September 2022 mendatang.

Sempat mandek lantaran dihantam badai Covid-19 yang memaksa berhentinya seluruh aktifitas keramaian dalam kurun waktu dua tahun, kini pasar malam rutin diselenggarakan setiap tahunnya ini tampak mulai bergeliat.

Tak hanya wadah melepas penat dari berbagai kepadatan dan kesibukan pekerjaan sehari-hari, pasar malam di tempat ini juga masih menjadi sasaran favorit masyarakat di Kabupaten Temanggung. Mulai anak-anak, remaja, dewasa, bahkan para orang tua.

Selain menyuguhkan lapak-lapak pedagang pakaian, kuliner kekinian, aksesoris, hingga mainan anak-anak, jelas beragam wahana permainan yang ada menjadi daya tarik utama.

Sebut saja Galeon alias Kora-Kora, Ombak Banyu, Tong Stand (biasa disebut Tong Setan-red), Bianglala, Komedi Putar alias Carousel, Kereta Api Mini, Pemancingan Ikan, Istana Balon, hingga wahana ketangkasan berhadiah.

Di tempat ini, masing-masing pengunjung dapat menikmati sensasi tiap wahana hanya cukup dengan membayar tiket masuk rata-rata Rp 10.000 per orang.

Pasar malam semakin menarik lantaran pada momen khusus, biasanya akhir pekan, terdapat panggung hiburan berupa konser musik dangdut dengan mengetengahkan bintang-bintang tamu papan atas. Sebut saja Cak Sodiq hingga Brodin.

“Kangen juga sih karena lama tidak ada pasar malam selama pandemi Covid-19 kemarin. Baru tahun ini digelar lagi. Selain hiburan murah meriah, khususnya anak-anak, pasar malam adalah cara kita bernostalgia akan kisah masa lalu saat masih menjadi anak-anak,” ujar Hermanto (42), salah seorang pengunjung asal Kecamatan Parakan, Minggu (21/8/2022) malam.

Pengunjung lain, Faradila (35) asal Kecamatan Kandangan mengaku sengaja datang ke pasar malam di Lapangan Sidorejo Maron ini karena ingin mengenalkan kepada para buah hatinya bahwa terdapat banyak hal menarik lain selain hanya bermain gadget.

“Ya generasi sekarang kan sudah mendapatkan banyak sekali akses hiburan. Termasuk gadget. Beda sekali saat tahun-tahun 90-an sampai 2000 an. Pasar Malam adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya. Bisa membeli beragam kuliner, baju, pernak-pernik hiasan, dan yang utama menaiki berbagai wahana khas yang masih bertahan sampai sekarang,” pungkasnya. (riz)