Pasar Antik Sumberan Sempat Kehilangan Pembeli Luar Daerah

AKTIVITAS. Aktivitas pedagang di Pasar Sumberan sudah mulai terlihat sejak akhir Juli lalu dan pembeli mulai kembali meski sempat libur sementara.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Meski pandemi covid-19 sudah mulai mereda, namun keramaian di Pasar Klithikan Sumberan belum pulih seperti sedia kala. Bahkan para pedagang mengaku banyak kehilangan pembeli yang mayoritas berasal dari luar wilayah Wonosobo.

Salah satu pedagang, Bimo mengaku, keramaian pasar klithikan sudah mulai terlihat sejak akhir tahun 2019. Bahkan hingga menjelang dini hari para pembeli masih banyak yang berdatangan. Terlebih lagi, atmosfer pasar Sumberan yang dihiasi berbagai barang antik, pusaka, hingga berbagai perabot jadul menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemburu dari luar kota.

“Sejak pandemi kemarin, kami belum pulih, meskipun pedagang sudah mulai aktifitas sejak Juli lalu. Untuk pagi hari, pasar sayurnya sudah mulai ramai, namun tetap penjualan turun drastis sejak pandemi. Karena konsumen kami rata-rata dari luar kota. Untuk malam hari masih buka, tapi kalau cuaca kurang mendukung seperti hujan banyak yang terdampak karena bangunannya belum juga direnovasi,” ungkapnya.

Dengan penataan bangunan yang dahulunya hanya menjadi pasar sayur itu, pasar klithikan kini sudah mulai ramah pengunjung, meskipun terlihat ada beberapa bagian bangunan yang jelas-jelas butuh renovasi.

Diungkapkan Bimo, bahwa di kawasan karesidenan Kedu, pasar serupa belum ada. Sehingga para pembeli dari Magelang, Temanggung, bahkan hingga Banyumas banyak yang berburu di Sumberan.

Beberapa bagian pasar butuh perbaikan segera, seperti di bagian jalan masuk, atap, sekat antar pedagang, hingga masalah kebersihan. Mengingat barang-barang antik yang ada di pasar tersebut bernilai cukup tinggi. Diungkapkan ketua paguyuban pedagang, Suhadi, pasar yang ingin dirancang seperti pasar Triwindu di Solo itu memang butuh renovasi dan perluasan. Mengingat banyak barang seperti furniture yang dipamerkan dan memakan banyak tempat.

Artikel Menarik Lainnya :  Omicron Bisa Menyerang Siapa Saja, Termasuk Anak Muda

“Sejak akhir 2019 lalu, pembeli sudah mulai ramai dan memang surut karena pandemi. Kami juga mulai berbenah sebelum buka kemarin dan semua pedagang kompak. Semoga suatu saat pasar ini benar-benar bisa seperti pasar barang antik di kota-kota lain salah satunya seperti Triwindu,” ungkapnya. (win)