Pasang EWS, Debit Air Sungai Jali dan Sungai Dulang Bisa Dideteksi

PASANG EWS. Pemerintah Desa Krandegan bersama Pusat Studi Bencana LPPM UNS memasang EWS di Sungai Jali dan Dulang, kemarin. (Foto: eko)
PASANG EWS. Pemerintah Desa Krandegan bersama Pusat Studi Bencana LPPM UNS memasang EWS di Sungai Jali dan Dulang, kemarin. (Foto: eko)

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Dua sungai besar yang melintasi Desa Krandegan Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo dipasang dua alat Early Warning System (EWS) banjir. Alat hasil bantuan dari Pusat Studi Bencana LPPM Universitas Negeri Surakarta (UNS) Sebelas Maret tersebut mampu mendeteksi ketinggian air sungai sekaligus memberikan notifikasi melalui aplikasi berbasis android.

Kepala Desa Krandegan, Dwinanto SE, menyebut pemasangan EWS telah dilakukan pada Sabtu (19/6) kemarin. Dengan adanya alat tersebut diharapkan potensi banjir dapat dideteksi dan diantisipasi lebih dini guna mengurangi risiko dan kerugian yang lebih besar.

“Ini adalah hasil kerja sama kami dengan dunia perguruan tinggi, khususnya UNS Solo yang kebetulan juga almamater saya. Terima kasih kepada UNS atas kepeduliannya kepada masyarakat kami. Semoga bisa membawa manfaat yang besar bagi masyarakat dan bisa terjaga kelestariannya,” sebutnya, Senin (21/6).

Diungkapkan, Krandegan merupakan salah satu desa di Kabupaten Purworejo yang rawan banjir. Hal itu disebabkan adanya Sungai Dulang dan Sungai Jali yang membelah pemukiman. Bahkan, kedua sungai bertemu di Desa Krandegan.

Dengan kondisi tersebut, hampir setiap tahun terjadi banjir dengan kedalaman yang berbeda. Banjir terbesar selama ini terjadi pada tahun 2016 yang mengakibatkan ratusan rumah dan puluhan hektar tanaman padi terendam air dan menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah

“Oleh sebab itu, mitigasi bencana banjir  menjadi salah satu perhatian Pemerintah Desa Krandegan,” ungkapnya.

Sebagai Desa Digital di Purworejo, lanjut Dwinanto, Krandegan sebenarnya sudah memiliki alat deteksi dini banjir sederhana. Namun, karena adanya keterbatasan alat tersebut, Pemerintah Desa Krandegan mencoba mencari terobosan untuk menyempurnakannya. Akhirnya, setelah melalui proses komunikasi dengan pihak UNS, terwujudlah jalinan kerja sama pemasangan EWS.

Artikel Menarik Lainnya :  Universitas Muhammadiyah Purworejo Kembangkan Media Pembelajaran Smart Learning Torso

Menurutnya, EWS mampu mendeteksi ketinggian air sungai sekaligus memberikan notifikasi melalui aplikasi berbasis android. Dengan adanya alat ini, warga tidak perlu lagi berjaga di pinggir sungai untuk memantau ketinggian air  saat hujan turun malam hari.

“Meski dipasang di Krandegan, alat ini juga membantu warga di desa lain sekitar kami yang dilalui oleh Sungai Jali dan Sungai Dulang,” tandasnya. (top)