Para Mantan Carik di Purworejo Diminta Terus Berkiprah untuk Desa, Begini Pernyataan Bupatinya

SILATURAHMI. Mantan sekretaris desa yang tergabung dalam wadah Macan Ndeso saat berfoto dengan bupati usai silaturahmi antar anggotanya. (foto: lukman hakim/purworejo ekspres)
SILATURAHMI. Mantan sekretaris desa yang tergabung dalam wadah Macan Ndeso saat berfoto dengan bupati usai silaturahmi antar anggotanya. (foto: lukman hakim/purworejo ekspres)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Bupati Purworejo RH Agus Basian SE MM mendukung paguyuban Mantan Carik Desa (Macan Ndeso) se-Kabupaten Purworejo tetap menjaga silaturahmi, dengan begitu keutuhan paguyuban menjadi sumber kekuatan dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

Pernyataan itu disampaikan Bupati, pada pertemuan rutin Macan Ndeso di Kecamatan Butuh, kemarin. Hadir dalam acara tersebut Kepala BPKPAD Agus Ari Setiadi SSos MM, Camat Butuh, Forkompimcam, Ketua Macan Ndeso, dan unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan, sekretaris desa atau carik merupakan jabatan yang penuh tantangan. Karena dalam melaksanakan tugasnya diperlukan kemampuan administratif dan juga sikap yang arif serta bijaksana, karena senantiasa berhubungan langsung dengan masyarakat desa.

“Macan Ndeso sebagai wadah para mantan sekretaris desa, diharapkan bisa memberikan sumbangsih pemikiran dan berbagi pengalaman dengan para sekretaris desa yang masih aktif maupun masyarakat,” harapnya.

Sementara Eko Sujonadi selaku Ketua Macan Ndeso menambahkan, paguyuban Macan Ndeso berdiri sejak tahun 2004 berdasarkan UU nomor 32 Tahun 2004 yang menyatakan antara lain bahwa sekdes diangkat menjadi PNS.

“Paguyuban Macan Ndeso terdiri dari 238 orang dimana sampai saat ini ada yang sudah purna 56 orang, total yang masih aktif 272 orang. Pertemuan rutin paguyuban Macan Ndeso awalnya setiap 3 bulan sekali, tapi kini 6 bulan sekali,” terangnya.

Eko berharap, paguyuban Macan Ndeso tetap solid, tetap melanjutkan perjuangan di lingkungan masyarakat. Selain itu juga memberikan contoh yang baik untuk anggota yang masih aktif sampai dengan sekarang. “Meski secara tugas sudah tidak lagi di lingkungan desanya, namun anggota macan ndeso tetap terus berkiprah di desa dan lingkungannya dengan peran dan fungsi masing-masing,” katanya. (luk)