Panen Raya, Petani Berharap Harga Tembakau Lebih Tinggi

JEMUR. Sejumlah petani sedang menjemur tembakau di Desa Tlahab Kecamatan Kledung, 
JEMUR. Sejumlah petani sedang menjemur tembakau di Desa Tlahab Kecamatan Kledung, 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Memasuki panen raya tembakau tahun ini, petani berharap harga jual tembakau tidak seperti harga hasil pertanian yang lainnya. Sehingga petani tidak menanggung kerugian yang banyak seperti panen bawang putih awal tahun ini.

“Harapan kami tidak ada harga corona untuk tembakau,” harap Abdul (46), salah satu petani tembakau di Desa Tlahab Kecamatan Kledung, Rabu (5/8)

Menurut Abdul, sejak awal tahun harga hasil pertanian selalu tidak sesuai harapan petani, bahkan untuk harga sayuran selalu di bawah ongkos produksi. Sehingga selama ini petani selalu menanggung kerugian yang cukup banyak.

Contohnya, pada saat panen raya bawang putih di awal tahun ini, harganya sudah sangat jatuh dan di bawah ongkos produksi. Bawang putih basah hanya laku dijual Rp12.000 hingga Rp14.000 per kilogram. Bahkan sampai saat ini masih banyak bawang putih kering milik petani yang belum terjual.

“Bawang putih kan program dari pemerintah, namun pada kenyataanya juga sama saja. Sampai saat ini tidak ada pedagang bawang putih yang mau membeli bawang putih dari petani, jadi masih banyak sekali,” keluhnya.

Padahal katanya, ongkos produksi atau biaya tanam untuk bawang putih ini cukup mahal, dalam satu hektar tanaman bawang putih paling tidak bisa membutuhkan modal antara Rp35 juta hingga Rp45 juta.

Nasib serupa juga dialami oleh petani cabai, harga cabai sampai saat ini juga belum mengalami kenaikan yang signifikan. Harga cabai semakin anjlok saat wabah corona mulai masuk ke Temanggung.

Baca Juga
Petani di Borobudur Sempat Ragu Tanam Tembakau

“Cabai lebih parah lagi, di bulan Maret hingga April lalu, harga cabai paling mahal hanya di kisaran Rp12.000 saja, itupun hanya untuk cabai jenis tertentu seperti cabai sret atau setan,” tutur Ahmad Soleh petani cabai di Desa Kwadungan Jurang.

Artikel Menarik Lainnya :  Hasil Panen Tembakau Jeblok, Warga Kledung Tetap Gelar Merti Desa

Ditambah lagi biaya tanam untuk cabai juga tidak kalah mahal dengan bawang putih, bahkan untuk perawatan tanaman cabai juga lebih rumit.

Tidak hanya harga bawang putih dan cabai saja, harga sayuran jenis lainnya juga mengalami nasib yang serupa, misalnua kopi arabika yang juga turun harga.

“Mungkin karena ada wabah corona ini harga semua komoditas pertanian jadi murah,” tambah Slamet Rahayu petani lainnya.

Oleh karena itu, Slamet mewakili petani lainnya sangat berharap, harga jual tembakau saat ini bisa jauh lebih baik dari harga tembakau di tahun-tahun sebelumnya.

Tembakau menjadi satu-satunya harapan petani setelah semua harga hasil pertanian hancur.

“Sekarang tinggal tembakau harapan kami satu-satunya, semoga saja cuaca mendukung sehingga kualitas tembakau bisa lebih baik,” harapnya. (set)