Panen di Temanggung Bisa 3-4 Kali Setahun dengan Konsep Integreted Farming

SERIUS. Peserta serius mengikuti jalanya Bintek Pemanfaatan Lahan Berbasis Integreted Farming di Aula Omah Kebun, Kamis (24/3).
SERIUS. Peserta serius mengikuti jalanya Bintek Pemanfaatan Lahan Berbasis Integreted Farming di Aula Omah Kebun, Kamis (24/3).

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Lahan pertanian yang subur di Kabupaten Temanggung sangat berpotensi untuk dikembangkan dengan konsep integreted farming sebagai konsep pertanian berkelanjutan di masa yang akan datang. Dengan konsep ini diharapkan produktivitas pertanian bisa semakin meningkat, karena hasil pertanian tidak hanya lagi setahun dua kali namun bisa tiga hingga empat kali panen.

“Program ini dalam setahun bisa tiga hingga empat kali panen, harapan kami bisa dilakukan petani di Temanggung,” ujar Pengawas Benih Tanaman Benih Pertanian Kementrian Tanaman Pangan Amiyarsi Mustika, usai memberikan Bintek Pemanfaatan Lahan Berbasis Integreted Farming di Aula Omah Kebun Temanggung, Kamis (24/3).

Ia mengatakan, dengan konsep integreted farming ini, lahan pertanian akan dimanfaatkan secara maksimal, dengan penggunaan benih unggul dan super genjah serta pemanfaatan pupuk organik maka produktivitas hasil pertanian akan semakin meningkat.

“Penggunaan benih unggul dan pupuk yang berimbang serta perawatan yang maksimal, waktu panen akan menjadi lebih singkat, produktivitasnya juga akan semakin meningkat,” jelasnya.

Menurutnya, konsep ini tidak hanya pertanian saja, namun juga bisa memadukan antara pertanian dengan pertenakan maupun perikanan, dengan arah dan tujuan ke zero waste.

“Kotoran dari hewan ternak bisa dijadikan pupuk, lahan pertanian bisa untuk peternakan ikan, bisa dimanfaatkan secara bergiliran, seperti mina padi. Dan ini sudah mulai dikembangkan di Temanggung. Kami sangat mendorong untuk bisa semakin dan terus berkembang,” katanya.

Ia berharap, dengan konsep ini bisa menumbuhkan semangat bagi petani-petani milenial, sehingga ke depan pertanian, pertenakan dan perikanan di Temanggung bisa semakin berkembang.

“Jadi bertani itu tidak hanya mencangkul saja, masih banyak potensi lainnya yang bisa dikembangkan, petani-petani milenial ini menjadi harapan kami untuk perkembangan dunai pertanian dimasa yang akan datang,” tutupnya.

Sementara itu Heriyanti, Staf DPR RI menambahkan, pemanfaatan lahan pertanian yang berbasis integreted farming ini, kegiatan mensinergikan, dari berbagai sub sektor pertanian menjadi pertanian terpadu yang menguntungkan petani.

“Ada puluhan perwakilan kelompok tani dan perorangan yang mengikuti bintek ini. Harapan kami perwakilan peserta ini bisa menularkan ilmunya kepada petani lainnya,” harapnya, saat mewakil Anggota DPR RI Panggah Susanto. (set)