Pandemi Covid-19 Akibatkan Krisis Pembelajaran hingga Learning Loss, Dindikbud Purworejo Bentuk Tim Pendamping Literasi Daerah

BENTUK TPLD. Dindikbud Kabupaten Purworejo membentuk TPLD di Aula A Dindikbud Purworejo, kemarin.(Foto: eko)
BENTUK TPLD. Dindikbud Kabupaten Purworejo membentuk TPLD di Aula A Dindikbud Purworejo, kemarin.(Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Pandemi Covid-19 mengakibatkan adanya krisis pembelajaran hingga hilangnya pengetahuan serta keterampilan siswa atau learning loss. Kondisi tersebut disikapi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo dengan membentuk Tim Pendamping Literasi Daerah (TPLD) yang beranggotakan perwakilan berbagai pemangku kepentingan.

Pembentukan TPLD berlangsung di Aula A Dindikbud Kabupaten Purworejo, Rabu (23/3).  Kegiatan dibuka oleh Kepala Dindikbud Purworejo, Wasit Diono SSos, yang diwakili oleh Kabid Pembinaan Paud dan PNF, Dwi Handayani SE MM. Hadir sekaligus memberikan penjelasan dan arahan yakni Drs  Waluyo Basuki MSi, Widyaprada Ahli Madya dari Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Provinsi Jawa Tengah.

Dalam paparannya, Waluyo Basuki menyebut bahwa TPLD merupakan sebuah sistem pendukung yang memiliki peran sentral dalam mendorong sekolah sebagai motor penggerak pendidikan. TPLD memiliki tugas utama melakukan penguatan kemampuan literasi dan numerasi di sekolah, terutama yang terkena dampak dari learning loss akibat pandemi Covid 19.

“TPLD ini nanti bertugas mendorong sekolah untuk membentuk Tim Literasi Sekolah (TLS) agar mampu menjadi lokomotif penggerak pelaksanaan dan penguatan literasi numerasi di sekolah,” sebutnya.

Menurutnya, TPLD bertanggung jawab untuk melakukan sejumlah langkah strategis dan taktis untuk membantu sekolah mengejar ketertinggalan pembelajaran yang disebabkan oleh pembelajaran jarak jauh. Beberapa di antaranya yakni melakukan pemetaan terhadap kebutuhan di lapangan dalam rangka penguatan literasi dan numerasi di sekolah berdasarkan kondisi dan situasi di daerah.

Kedua, membekali dan membantu TLS dalam merancang strategi yang taktis dan efektif dalam penguatan literasi dan numerasi pada masa normal selanjutnya. Ketiga, melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk mengetahui keefektifan pelaksanaan program di lapangan. Keempat, membantu TLS melakukan asesmen untuk mempersiapkan sekolah dalam menyongsong masa normal selanjutnya.

“Selain itu juga memotivasi dan mendorong TLS dalam bentuk dukungan psikologis untuk bersiap dalam menyongsong masa normal. Selanjutnya memberikan laporan kepada kepala daerah berdasarkan temuan di lapangan untuk menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan,” jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya berharap, TPLD yang difasilitasi oleh PP PAUD dan Dikmas ini dapat bekerja secara optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Purworejo.

“Ini program baru dari pemerintah. TPDL ini nantinya tidak hanya melakukan penguatan terhadap literasi membaca, melainkan juga berhitung, menulis, sains, finansial, budaya, kewarganegaraan, dan lainnya,” ungkapnya.

Kepala Dindikbud Purworejo saat dikonfirmasi melalui Subkoordinator Kesiswaan, Penilaian dan Kurikulum Lokal Bidang Pembinaan Paud dan PNF, Drs Bambang Sukmono Hadi MM, menyebut pembentukan TPLD baru memasuki tahap awal, yakni penyusunan draf keanggotaan. Draf selanjutnya diajukan kepada Bupati Purworejo untuk ditetapkan melalui SK.

“Setelah ada SK dari bupati, tim akan segera bekerja sesuai arahan dari provinsi,” sebutnya.

Berdasarkan draf SK, TPLD diketuai oleh Drs F Widhi Dewanto MT, Kabid SMP Dindikbud Purworejo. TPLD beranggotakan 20 orang yang terdiri atas berbagi unsur pemangku kepentingan. Beberapa di antaranya yakni Dindikbud, Pengawas, Penilik, Dinas Perpustakaan dan Arsip, Bappedalitbang,  PGRI, dan Dewan Pendidikan. Ada pula perwakilan penerbit, penulis, dan  jurnalis, Himpaudi, IGTKI, K3S SD, MKKS SMP, FK PKBM, dan FK TBM.

“Kita akan bersinergi dalam satu tim dan harapannya ke depan dapat bekerja secara maksimal,” terangnya. (top)