Pamit Mengaji Senin Petang, Bocah 10 Tahun di Purworejo Ini Tak Kunjung Pulang

PUREWOREJO. MAGELANGEKSPRES.COM – Anindita Aulia Hafiizah (10), siswa kelas 4 SDN 2 Pangenjurutengah Purworejo dikabarkan hilang dari rumahnya di Dusun Sitanjung RT 1 RW 3 Kelurahan Pangen Jurutengah Kecamatan/Kabupaten Purworejo. Bocah yang akrab disapa Dita tersebut tidak kembali usai pamit mengaji pamit Senin (10/1) pukul 17.30 WIB.

Berdasarkan informasi dari pemerintah kelurahan setempat menyebutkan, Dita rutin belajar mengaji bersama guru ngaji Siti Mukodaroh yang lokasinya hanya berjarak 4 rumah.

“Saya mendapat laporan laporan dari Babinsa kalau ada warga Pangen Jurutengah hilang sejak pamit mengaji pada Senin (10/1) petang. Pihaknya berusaha menyebar informasi hilangnya Dita melalui media sosial,” ujar Lurah Pangen Jurutengah, Widodo saat dikonfirmasi pada Selasa (11/1).

Untuk memastikan hal itu, Lurah Widodo kediaman Dita yang merupakan putri pasangan Ratna Asih (30) dan Joko Wibowo (31). Pihaknya memasuki rumah Solihin yang masih kerabat Dita karena ibu Dita dalam kondisi lemas dan tidak dapat ditemui. Turut berkunjung antara lain Babinsa Koramil Kecamatan Purworejo, Sugiyono beserta tokoh masyarakat Kelurahan setempat.

Sugiyono menceritakan, pada Senin (10/1) malam dirinya mendapat laporan dari masyarakat terkait hilangnya Dita. Pihaknya pun segera berkoordinasi dengan Pemerintahan Kelurahan Pangen Jurutengah.

“Saya membuat informasi kehilangan di media sosial, karena tidak tahu kontak person keluarga, maka saya mencatumkan nomer WhatsApp milik saya pribadi. Dari informasi tersebut banyak pihak yang membantu tetapi ada juga pihak yang memperkeruh,” kata Sugiyono.

Menurutnya, ada beragam tanggapan terkait dengan informasi kehilangan yang dipostingnya.

“Ada seseorang dari luar kota, katanya melihat dengan mata batinnya bahwa Dita berada di gudang dekat dengan makam di Sritanjung, setelah kami cek, Dita tidak ditemukan. Saya juga mendapat info bahwa Dita ditemukan di makam Kerkop Purworejo, Dita pergi dari rumah karena dimarahi ibunya,” jelasnya.

Keterangan tersebut menurutnya tidak benar. “Saya tadi sudah ketemu ibunda Dita bersama petugas dari Polsek Purworejo, Dita tidak dalam masalah keluarga. Ibunya tidak memarahi Dita,” sambungnya.

Sugiyono menambahkan bahwa saksi terakhir yang ketemu Dita adalah Fathur (13) yang merupakan warga setempat. Pada Senin (10/1) pukul 18.30 WIB, Fathur melihat Dita di depan rumah neneknya (guru ngaji Siti Mukodaroh).

Fathur sempat berbincang dengan Dita. Diketahui, kebiasaan Dita sebelum gilirannya belajar ngaji menunggu di rumah nenek. Sehabis itu cuaca gerimis, maka Ratna Asih mengantarkan payung untuk anaknya.

“Ternyata di rumah guru ngajinya, Dita tidak ada. Ayah Dita pun mencari ke rumah simbahnya, namun Dita tidak ditemukan,” sebut Sugiyono.

Mengetahui kejadian itu, warga pun ramai-ramai membantu mencari Dita. Namun, tidak ketemu.

“Joko Wibowo ayah Dita dari semalam berusaha mencari Dita hingga saat ini belum kembali,” terang Babinsa Kelurahan Pangen Jurutengah.

Menurut penuturan keluarga, semua teman di sekolah serta di lingkungan sudah ditanya keberadaannya, tetapi mengaku tidak tahu. Terakhir Dita memakai kaos hijau, kerudung hitam serta mengenakan celana kulot warna biru.

Jajaran Polsek Purworejo dan koramil juga sudah mengerahkan anggotanya untuk mencari keberadaan gadis periang itu.

Keluarga berharap, jika ada warga yang mengetahui keberadaan Dita dapat segera menghubungi keluarga. Komunikasi juga dapat dilakukan melalui WhatsApp milik Babinsa Sugiyono 085 747 111 474. (top)