Pakardasi Ingin Wayangan Aktif Lagi

SERAHKAN. Bupati Agus Bastian secara simbolis menyerahkan wayang kepada dalang dalam kegiatan wayangan Muda Ganesha, 
SERAHKAN. Bupati Agus Bastian secara simbolis menyerahkan wayang kepada dalang dalam kegiatan wayangan Muda Ganesha, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Bupati Agus Bastian SE MM mengapresiasi Paguyuban Karawitan Dalang dan Sinden (Pakardasi) Kabupaten Purworejo yang menggelar kesenian wayang kulit untuk menghibur masyarakat.

“Yang harus diutamakan, ditengah masa pandemi covid-19 yakni pelaksanaannya harus sesuai protokol kesehatan bagi semua yang terlibat, termasuk penontonnya,” tandas Bupati pada pagelaran wayang kulit di Gedung SMA Negeri I Purworejo, Sabtu malam (22/8).

Wayang dalam rangka Lustrum SMAN I Purworejo  yang sekaligus dirangkai dengan kegiatan doa Bersama forum komunikasi umat beragam (FKUB) dan ruwat bumi tersebut, juga dihadiri  ketua paguyuban Muda Ganesha (MG) Dwi Wahyu Atmaji, Asisten 3 Setda Drs Pram Prasetyo Achmad MM, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Wibowo AP, ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)  KH R Junaidi Jazuli, tokoh masyarakat, pengurus Pakadasi Kabupaten Purworejo  Grahito Ganjar.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, masa pandemi Covid ini juga mengurangi aktivitas hiburan di masyarakat. Tahun ini pemerintah kabupaten tidak menggelar wayang seperti biasanya karena pandemi Covid-19 yang  terus meningkat di Purworejo. Tentunya alumni SMAN 1 dapat mengadakan kegiatan ini sangat bagus, yang tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat tapi juga memberikan doa agar masa pandemi ini segera berakhir.

“Kita ingin kondisi ini bisa terkendali, agar Purworejo kembali ke zona hijau. Sehingga harapannya, semua sektor bisa bergerak normal, termasuk anak-anak pelajar SD SMP bisa bersekolah kembali dengan bertatap muka. Untuk itu saya sangat berharap semua masyarakat dapat terus menerapkan protokol kesehatan dari pemakaian masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” pinta Bupati

Baca Juga
Bantu Petani Tingkatkan Produktivitas, Lembaga Kajian Nawacita Gelontor 1.000 Unit Traktor

Sementara itu Dwi Atmaji mengatakan, kegiatan wayang kulit ini masih rangkaian lustrum SMAN I Purworejo. Sedianya hari ini akan digelar reuni akbar namun karena pandemi, sehingga rencana reuni akbar ditunda tahun depan. Dalam pagelaran wayang ini, diterapkan protokol kesehatan, yakni undangan hanya dibatasi 50 orang dan lainnya menyaksikan melalui saluran streaming YouTube. “Ini sebagai upaya kita untuk ihtiar dan doa, meski pandemi Covid ini sangat meluas di berbagai daerah dan berbagai negara. Kita berharap khusus di Purworejo dapat bisa menurun angkanya,” ujar Atmaji

Artikel Menarik Lainnya :  Gawat! Tujuh Kecamatan di Purworejo Terdeteksi Bahaya Narkotika

Grahito Ganjar mengaku optimis ke depan kesenian akan hadir kembali untuk menghibur masyarakat. Dimulai hari ini para pelaku seni pedalangan diberi ruang untuk kembali berkarya di tengah pandemi yang berimbas pada sepinya pertunjukan seni wayang. Pertunjukan wayang dengan cara seperti ini akan dijadikan model untuk didokumentasikan.

“Selain bermakna spritual, dokumen pertunjukan wayang ini akan kami  bahas dengan gugus tugas Covid-19 serta dinas pariwisata dan kebudayaan agar kami bisa kembali menggelar pertunjukan wayang sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut Bupati menyerahkan wayang kepada dalang Ki Hadi Widodo dengan lakon ruwat bumi. Dalam pagelaran wayang kulit ditampilkan dua dalang dengan lakon berbeda yakni Ki Hadi Widodo dengan lakon Ruwat Bumi atau Makukuhan serta Ki Andreas Novianto Nugroho dengan lakon Sumingkire Pedhut Ngastina dengan masing-masing berdurasi 2 jam. Diawali doa bersama lintas agama yang dipimpin Ketua FKUB KH R Junaidi Jazuli. (luk)