Pakan Sehat, Solusi Tingkatkan Produksi ala Mahasiswa Polbangtan

Pakan Sehat, Solusi Tingkatkan Produksi ala Mahasiswa Polbangtan
Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan YoMa) Kementan memfasilitasi mahasiswa membuat pakan sehat di kampus Magelang (16/09).

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pakan memegang peranan penting dalam meningkatkan produksi ternak. Menyadari hal tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan YoMa) Kementan memfasilitasi mahasiswa membuat pakan sehat di kampus Magelang (16/09).

Sebanyak 35 mahasiswa program studi Teknologi Pakan Ternak antusias mengikuti giat. Terbagi dalam 7 kelompok, mereka membuat pakan unggas dan ruminansia dari formulasi yang telah disusun sebelumnya.

Mahasiswa membuat formulasi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) pakan ternak. Mereka meracik pakan menurut jenis ternak, umur, dan status fisiologisnya. Selanjutnya, mahasiswa menimbang bahan pakan dan mencampurkan hingga homogen.

Didampingi oleh Widyaiswara Balai Besar Pertanian (BBPP) Batu, mahasiswa memanfaatkan bahan pakan yang ada di sekitar. Hal ini diungkapkan oleh Ari Khiyatil, Widyaiswara BBPP Batu,

“Bahan apa yang ada itu yang mereka susun, agar mereka terbiasa dengan itu Dimulai dengan pengenalan bahan, kemudian menghitung kebutuhan nutrisi tergantung jenis ternak, menyusun formula pakan, menimbang, dan mencampurkannya hingga homogen. Di situlah fase terpenting pembuatan pakan, homogen.” jelas Ari.

Setelahnya, pakan akan diuji proksimat. Uji ini dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak dan serat pada suatu zat makanan dari bahan pakan atau pangan.

Uji proksimat dapat menilai kualitas pakan dan zat gizi yang terkandung dalam pakan. Seperti diketahui, zat gizi sangat diperlukan oleh hewan untuk pertumbuhan, produksi, reproduksi, dan hidup pokok. Pakan dengan kualitas yang sehat, memberikan efek meningkatkan produktivitas ternak.

Ke depan, diharapkan mahasiswa dapat mengambil peluang usaha di bidang formulasi pakan. Hal ini pernah diungkapkan Direktur Polbangtan YoMa, Bambang Sudarmanto bahwa bisnis pakan telah menggeser stigma low benefit yang erat dengan dunia “ngarit”.

“Pendapatan tertinggi dalam usaha ternak, justru pada pembuatan pakan. Banyak peternakan yang sudah membuktikannya. Yang semula hidup dari berjualan ternak, sekarang mulai menjual pakan ternak untuk masyarakat. Sehingga populasi ternak dipertahankan untuk uji coba pakan.”ungkapnya.

Pentingnya sektor pakan ini mendapat perhatian dari Pemerintah, khususnya Kementan. Mentan SYL terus berupaya untuk mendorong ekosistem bisnis pertanian yang strategis. Ia menyebutkan bisnis peternakan perlu ditingkatkan melalui peningkatan SDM dan penyiapan pakan yang baik.

“Tentu saja bukan hanya peternaknya yang harus kita tingkatkan skill dan kemampuannya, tapi juga bagaimana memproduksi pakan yang baik sehingga hulu-hilir terintegrasi, terkorporisasi dalam satu sistem” ujar SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, mengatakan terus konsisten memperhatikan dan mendorong usaha peternakan rakyat dan memprioritaskan keberadaan ternak lokal dalam pemenuhan pangan asal ternak dalam negeri.(hms)