Paguyuban Raja-raja Nusantara Kunjungi Mata Air Sendang Kamulyan di Borobudur

KUNJUNGAN. Momentum rangkaian peringatan Waisak, Mata Air Sendang Kamulyan dikunjungi Paguyuban Raja-raja Nusantara.
KUNJUNGAN. Momentum rangkaian peringatan Waisak, Mata Air Sendang Kamulyan dikunjungi Paguyuban Raja-raja Nusantara.

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Liburan lebaran yang kemudian disambung dengan libur panjang akhir pekan dalam momentum peringatan Waisak 2566 BE/2022, memberikan dampak positif bagi pelaku pariwisata di kawasan Borobudur.

Salah satunya di Desa Wanurejo Borobudur, khususnya di Dusun Brojonalan. Di dusun tersebut terdapat Candi Pawon, yang saat ini juga menjadi bagian dalam rangkaian peringatan Waisak 2566 BE/2022.

“Candi Pawon juga diadakan acara lengkap dengan panggung dan tenda kuliner. Dan memberikan dampak positif bagi warga pengelola homestay di Dusun Brojonalan, yang selama libur Lebaran hingga libur Waisak homestay warga terisi penuh oleh wisatawan,” ucap Kepala Desa Wanurejo, Edy Suryantono, Senin (16/5/2022).

Adapun jumlah homestay di kawasan tersebut terdapat 11 homestay mandiri dan 26 homestay bantuan KSPN.

Selain itu dalam rangkaian Waisak ini, Mata Air Sendang Kamulyan yang berada disebelah timur Candi Pawon Dusun Brojonalan, juga dikunjungi oleh Paguyuban Raja-raja Nusantara.

“Kebetulan Mata Air Sendang Kamulyan baru saja selesai pembangunannya dalam proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. Dan saya menghubungi panitia Waisak agar undangan Paguyuban Raja-raja Nusantara dapat diperkenankan untuk mengunjungi Sendang Kamulyan. Tanggapannya bagus, serta antusias untuk bisa kesini lagi. Diantaranya adalah Raja Jogjakarta, Raja Bali, Raja Malaysia, Raja Minahasa, dan lain-lain rombongan satu Bus,” papar Edy.

Sementara salah satu pengelola homestay di Dusun Brojonalan, Mei Aman Efendi, menuturkan rata-rata yang menginap adalah rombongan keluarga.

“Sehari-semalam sudah ganti rombongan keluarga, hari selanjutnya sudah beda lagi rombongan yang menginap. Kami bersyukur karena sudah dua tahun ini masa pandemi tingkat kunjungan menurun bahkan sepi, dan ditahun ini semoga menjadi momentum kebangkitan pariwisata di Kawasan Borobudur,” tutur Fendi.(cha)