OTG Covid-19 Bakal Diisolasi di RSUD Tjokronegoro Purworejo

TINJAU. Bupati Agus Bastian saat meninjau calon lokasi untuk melakukan isolasi mandiri bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) di RSUD Tipe C RAA Tjokronegoro.
TINJAU. Bupati Agus Bastian saat meninjau calon lokasi untuk melakukan isolasi mandiri bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) di RSUD Tipe C RAA Tjokronegoro.

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 yang berada di wilayah Purworejo bakal diisolasi secara khusus di RDUD Tipe C RAA Tjokronegoro. Isolasi tersebut mendesak dilakukan agar OTG yang masih di luar dan dapat berinteraksi dengan masyarakat luas dan berpotesni menularkan covid-19 kepada orang lain.

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM memantau kesiapan RSUD Tipe C RAA Tjokronegoro, menjelang digunakannya sebagai lokasi isolasi bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr Sudarmi, Kabag Humas dan Protokol Rita Purnama SSTP MM dan Kabid Pelayanan RSUD setempat dr Hanuke AR MM, Bupati berkeliling ke sejumlah ruangan, Kamis malam (16/4).

Ruangan yang dikunjungi adalah ruangan yang akan dipakai untuk para OTG Covid-19. Bukan hanya melihat isi ruangan, Bupati juga sempat mencoba menyalakan kran air di kamar mandi, untuk membuktikan bahwa air sudah mengalir.

Bupati tampak puas dengan kondisi RSUD Type C yang dinilainya sangat bagus, meskipun fasilitasnya belum sempurna. “Bahkan ruangan kelas 3 saja sudah seperti hotel,” ungkapnya.

Menurut dr Hanuke, mulai tanggal 17 April ini RSUD Tipe C RAA Tjokronegoro sudah siap menerima isolasi OTG Covid-19. Mereka akan ditempatkan di lantai dua, dengan kapasitas 54 orang. Sedangkan lantai satu untuk petugas medis dan lantai 3 sebagai kantor.

“Mereka ditempatkan khusus di satu lantai dan tidak boleh naik turun. Komunikasi dengan petugas bisa dilakukan melalui telepon,” katanya.

Sementara dr Sudarmi menambahkan bahwa rumah sakit ini tidak berfungsi sebagai fasilitas perawatan namun sebagai tempat isolasi mandiri“Dengan demikian orang-orang yang positif Covid-19 tapi tidak bergejala itu bisa lebih nyaman dalam mengisolasi diri, dan kita juga lebih mudah dalam pengawasan,” ungkapnya.

Dr Sudarmi menambahkan, nantinya orang yang positif berdasarkan hasil rapid test, akan diisolasi di RSUD Tipe C. “Upaya prefentif ini harus dilakukan agar pasien positif corona tidak terus bertambah,” tandasnya. (luk)