Organda Dorong Pemkab Wonosobo Segara Perbaiki Terminal Angkot

Organda Dorong Pemkab Wonosobo Segara Perbaiki Terminal Angkot
Lokasi eks pasar penampungan yang sebelum kebakaran menjadi terminal angkot di Wonosobo yang menghubungkan ke sejumlah kota kecamatan.(foto : Agus S./Wonosobo ekspres)

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – DPC Organda Wonosobo mendorong pemerintah untuk segera memperbaiki terminal angkot di sekitar Pasar Induk Wonosobo. Hal tersebut untuk mengembalikan kembali keteraturan arus lalu lintas di sekitar pasar.

“Saya kira ini sudah terlambat lama, mestinya di awal Agustus 2022 terminal sudah bisa digunakan, sesuai hasil rapat sebelumnya. Namun, karena ada dinamika penempatan pedagang pasar, serta pembongkaran eks pasar penampungan yang terlambat, jadi akhirnya ikut terlambat juga,” ungkap Ketua DPC Organda Wonosobo, Muhammad Choiri, kemarin.

Menurutnya, paguyuban angkot ingin segera menempati terminal seperti semula. Yaitu, ada di sisi barat pasar, sisi selatan pasar dan juga di sisi utara pasar induk. Organda sendiri telah melakukan koordinasi dengan Disperkimhub.

“Kita sebagai wakil dari paguyuban angkot yang tergabung dalam Organda, mendorong untuk segera dilakukan perbaikan terminal angkot, menempatkan kembali angkutan seperti semula,” tandasnya.

Dijelaskan, setelah pasar induk kebakaran, angkutan kota terdampak, terminal angkutan dipindah ke pinggir jalan dan sering memicu kemacetan. Selain itu akses penumpang dari pasar ke angkutan juga menjadi lebih jauh.

“Jadi tujuh tahun, angkutan kota tidak punya terminal dan menggunakan lokasi di pinggir jalan, seperti di jalan A Yani, dan depan Arpusda Wonosobo,” terangnya.

Setelah penempatan pedagang Pasar Induk Wonosobo selesai, pihaknya meminta kepada pemkab agar segera lakukan pembersihan dan perbaikan terhadap eks pasar penampungan, sebab kondisinya rusak.

“Kalau sudah dibersihkan dan diperbaiki, kita harapkan angkutan segera bisa gunakan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala DPUPR Nurudin Ardiyanto mengaku siap untuk secepatnya melakukan perbaikan terhadap jalan pasar I, jalan pasar II dan juga jalan resimen eks pasar penampungan, namun hingga saat ini kondisi lokasi tersebut belum benar-benar bersih dan masih ditemukan pedagang menggelar lapaknya.

“Kita siap untuk melakukan perbaikan jalan di eks pasar penampungan itu, tapi ternyata belum bersih dari sampah, bekas bongkaran dan juga masih ada pedagang,” katanya.

Menurutnya, OPD terkait secara sinergis harus segera melakukan pembersihan, pengaturan arus lalin dan juga memastikan seluruh pedagang, sehingga target akhir Agustus 2022 bisa tercapai, dan kondisi pasar kembali kondusif dari berbagai sisi. (gus)