Optimalkan Layanan, PDAM Kota Magelang Tak Libur Lebaran

OPTIMALISASI. Perumda Air Minum Kota Magelang mengeluarkan kebijakan untuk tetap mengoptimalisasi layanan pada libur dan cuti bersama Lebaran 1443 H.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
OPTIMALISASI. Perumda Air Minum Kota Magelang mengeluarkan kebijakan untuk tetap mengoptimalisasi layanan pada libur dan cuti bersama Lebaran 1443 H.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM– Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Magelang tetap membuka layanan selama libur dan cuti bersama Lebaran 1443 H. Justru pada momen itu, intensitas pelayanan diperkuat dengan menyiagakan puluhan personel serta dua tangki air bersih berkapasitas 2.000 liter selama 24 jam.

Hal itu dikatakan Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Magelang, Muh Haryo Nugroho. Dia merasa, kebutuhan air bersih pada momen Ramadan dan Lebaran mengalami peningkatan signifikan.

“Kenaikan penggunaan air selama Ramadan sekitar 10-15 persen. Untuk Lebaran kami prediksi 10-20 persen,” kata Haryo ketika dihubungi wartawan, Rabu (27/4).

Dia menjelaskan, pemakaian air sebelum Ramadan sekitar 706.027 meter kubik. Kemudian naik, di bulan Ramadan naik menjadi 733.977 meter kubik.

“Pada saat Lebaran kebutuhan masyarakat terhadap air biasanya bertambah. Apalagi sekarang diperbolehkan mudik, sehingga kebutuhan air rumah tangga pasti akan naik,” jelasnya.

Selain itu, pemakaian air bersih di tempat ibadah juga bertambah. Namun di Kota Magelang ini, Perumda Air Minum berani mengeluarkan kebijakan spesial. Seluruh tempat ibadah, tidak dibebankan biaya tagihan air.

“Masih gratis. Sudah kita berlakukan selama beberapa tahun. Tempat ibadah semua agama yang bersifat umum atau publik tidak dipungut biaya alias gratis,” ungkapnya.

Menurutnya, pemakaian air bersih pada hari raya mendatang, akan bertambah banyak. Oleh karena itu, pihaknya mulai mengantisipasi hal itu dengan meningkatkan pelayanan. Termasuk memperbaiki jaringan yang dinilai mengalami kendala.

“Yang paling utama suplai air tidak macet selama Ramadan sampai Leabran. Caranya dengan memperbaiki jaringan dan mengoptimalkan pompa,” ujarnya.

Haryo menjelaskan, optimalisasi pompa memang diperlukan sekali untuk mencegah terjadinya kemacetan arus air ke masyarakat. Utamanya di wilayah Magelang Selatan yang sering mengalami kendala.

“Untuk tambahan jadwal aliran air juga rencananya kami tambah dari sebelumnya 8 jam/hari menjadi 12 jam/hari selama hari raya,” paparnya.

Masyarakat pelanggan Perumda Air Minum, lanjutnya, diperbolehkan mengajukan bila terjadi kemacetan pasokan air bersih. Pasalnya, pihaknya sudah menyediakan dua truk tangki berkapasitas 1.000 liter.

“Dua truk ini bisa mobile melayani beberapa titik. Ini sebagai optimalisasi layanan yang kami beri kepada para pelanggan selama Ramadan dan Idul Fitri,” ungkapnya. (wid)