OP Migor Curah di Kota Magelang, 1,6 Ton Ludes 3 Jam

ANTRE. Warga Kota Magelang, yang merupakan para pelaku UMKM mengantre untuk mendapatkan minyak goreng curah dengan harga murah, saat OP minyak goreng digelar di Pasar Gotong Royong, kemarin.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
ANTRE. Warga Kota Magelang, yang merupakan para pelaku UMKM mengantre untuk mendapatkan minyak goreng curah dengan harga murah, saat OP minyak goreng digelar di Pasar Gotong Royong, kemarin.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemkot Magelang menggelar operasi pasar (OP) minyak goreng di Pasar Gotong Royong, Selasa (19/4). Sebanyak 1,6 ton minyak goreng curah itu pun ludes, hanya berselang tiga jam.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Harry Supriyadi mengatakan, dalam OP tersebut pembeli dibatasi maksimal 16 kilogram. ”Total kami sediakan 100 jeriken dengan berat 1.600 kilogram. Masyarakat sangat antusias memanfaatkan OP ini, sehingga hanya dalam waktu 3 jam kita sudah habis,” ujarnya, di sela OP.

Ia menjelaskan, syarat pembeli merupakan warga Kota Magelang. Sebelum membeli minyak goreng curah, mereka diminta untuk menyetorkan fotokopi e-KTP.

“Syarat hanya menumpuk KTP dan ini dikhususkan untuk warga Kota Magelang karena kalau digabung dengan kabupaten kuotanya nggak cukup,” kata Harry.

Di Kota Magelang, lanjutnya, mendapat kuota OP sebanyak 7,2 ton minyak goreng. Sejauh ini sekitar 3 ton sudah terjual. Sasaran pembeli adalah para pelaku UMKM di Kota Magelang. ”OP ini digelar di semua pasar tradisional di Kota Magelang. Kami akan ajukan kembali mendapat tambahan kuota dari provinsi (Pemprov Jawa Tengah),” ucapnya.

Setiap kilogram minyak goreng curah dalam OP itu dijual dengan harga Rp15.500. Harga ini jauh lebih murah ketimbang yang dijual di pasaran mencapai lebih dari Rp20.000 per kilogram.

Sementara itu, salah satu pembeli, Sony (52) mengaku, ikut antre sejak pukul 09.30 WIB. Minyak goreng tersebut rencananya untuk menggoreng tahu untuk dijual lagi. Dia adalah salah satu pelaku UMKM industri tahu goreng di Kota Magelang.

”Sangat terbantu adanya OP minyak goreng. Kalau bisa kuotanya ditambahin. Tidak Cuma 16 kilogram, tapi bisa untuk sebulan ke depan,” ujarnya. (wid)