Omicron Mulai Masuk Kota Magelang, Satu Orang Terinfeksi

PROKES. Kabid PSDK, dr Istiqomah (kiri) dan Sekretaris Dinas Kesehatan Nasrudin (kanan), berharap masyarakat semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan agar penularan Covid-19 bisa dicegah.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
PROKES. Kabid PSDK, dr Istiqomah (kiri) dan Sekretaris Dinas Kesehatan Nasrudin (kanan), berharap masyarakat semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan agar penularan Covid-19 bisa dicegah.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COMCovid-19 varian Omicron terdeteksi masuk di Kota Magelang. Dari 30 sampel yang dikirim ke Laboratorium Kesehatan Salatiga, satu di antaranya dinyatakan terinfeksi virus varian tersebut.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Istiqomah mengatakan, hasil tersebut diketahui berdasarkan Whole Genome Sequencing (WGS). Salah satu pasien positif Covid-19 terindikasi terinfeksi varian Omicron.

”Spesimen yang kami kirim pada awal Februari dan baru keluar hasilnya 10 hari kemudian (kemarin). Bisa jadi, pasien yang bersangkutan saat ini justru sudah selesai menjalani isolasi karena sudah sembuh,” kata dr Istiqomah, Kamis (10/2).

Ia menjelaskan lamanya proses deteksi varian Omicron ini membuat pihaknya sulit memastikan kapan pertama kali Omicron masuk di Kota Magelang. Meski begitu, dia menilai bahwa varian apapun tidak akan memengaruhi proses tracing, testing, dan treatment yang sudah berjalan dengan baik.

”3T (tracing, testing, dan treatment) tetap kami lakukan sama ketika gelombang varian Delta melanda. Karena secara teorinya mutasi virus akan lebih mudah menyebar. Artinya baik Delta maupun Omicron sama-sama bisa menyebar dengan cepat,” jelasnya.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan itu, tingkat fatalitas Omicron memang lebih ringan jika mendasari penelitian-penelitian medis di luar negeri. Akan tetapi, dia berharap, hal itu tidak menimbulkan ‘toxic positivity’ sehingga masyarakat menyepelekannya.

”Waktu serangan Delta kemarin juga ada persepsi kalau varian lebih ringan gejalanya, tapi nyatanya tetap bahaya. Tingkat ketirisian rumah sakit tinggi, bahkan sempat full, angka kematian tinggi, dan lain sebagainya. Nah, ini lah yang sudah kami pelajari sehingga ada langkah antisipatif, gelombang ketiga ini dampaknya tidak sebagai perulangan gelombang kedua pada Juni-Juli 2021 lalu,” ujarnya.

Ia menyebut, hingga Kamis (10/2) konfirmasi positif Covid-19 di Kota Magelang mencapai 90 kasus. Sebagian besar, para pasien positif berada di isolasi terpusat (isoter) dan sebagian menjalani isolasi mandiri (isoman).

”Untuk bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 berkisar di angka 5,7 persen. Artinya masih longgar karena kategori krisis BOR terjadi bila pasien positif sudah melebihi 60 persen dari total kapasitas tempat isolasi,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz berharap warga semakin disiplin menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Jika tidak mendesak, masyarakat hendaknya tidak berkerumun dan melakukan aktivitas di luar rumah.

”Iya, ada satu kasus Omicron di Kota Magelang. Sudah terdeteksi. Tapi masyarakat tidak usah panik, apalagi khawatir, karena Satgas Covid-19 sudah meresponsnya dengan cepat dan sigap,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemkot Magelang sudah menyusun berbagai strategi, pencegahan tingkat fatalitas gelombang ketiga. Salah satunya menambah tempat isolasi terpusat baru.

”Melihat perkembangan kasus, maka kami rasa perlu untuk menambah isoter lagi, minggu ini atau minggu depan. Kita lihat kasusnya. Kita akan tambah hotel-hotel yang sebelumnya pernah bekerja sama, termasuk asrama Poltekkes jika ke depan dibutuhkan,” tandasnya.

Orang nomor satu di Kota Sejuta Bunga itu menilai jika tingkat fatalitas Omicron berdasarkan penelitian yang ada memang lebih ringan. Akan tetapi, dia berharap supaya masyarakat tidak terpengaruh persepsi ”ringan” itu sehingga menyepelekan efeknya.

”Tentunya sama-sama berbahaya, walaupun Omicron dirasa lebih ringan gejalanya. Oleh karena itu, saya harapkan semua bersama-sama menekan laju penyebaran Covid-19, dengan mengaktifkan lagi Satgas Jogo Tonggo, mengurangi mobilitas, 3M (mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker, dan menjaga jarak). Dengan begitu, Kota Magelang bisa turun ke level terendah PPKM,” pungkasnya. (wid)