Objek Wisata Ketep Pass Rutin Bersihkan Abu Vulkanik

ABU VULKANIK. Petugas Obyek wisata Ketep Pass, bersihkan abu vulkanik Gunung Merapi dimana jarak Ketep Pass 8,8 Km dari Gunung Merapi.
ABU VULKANIK. Petugas Obyek wisata Ketep Pass, bersihkan abu vulkanik Gunung Merapi dimana jarak Ketep Pass 8,8 Km dari Gunung Merapi.

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Objek wisata Ketep Pass dalam tiga hari ini rutin bersihkan abu vulkanik Gunung Merapi, khususnya sejak erupsi yang menimbulkan awan panas pada Minggu (8/8/2021) kemarin.

Kabag Pemasaran dan Promosi DTW Ketep Pass, Edward Alfian, mengatakan, dalam tiga hari ini pihaknya rutin bersihkan hujan abu vulkanik Gunung Merapi.

“Termasuk hari ini kami bersihkan abu vulkanik Gunung Merapi. Pada malam Rabu kembali terjadi hujan abu vulkanik. Kalau tidak segera dibersihkan maka akan keras dan lebih susah membersihkannya, dan bisa merusak bangunan,” ucap Edward Alfian, Rabu (11/8/2021).

Selain melaksanakan pembersihan abu vulkanik Gunung Merapi, pihak Edward Alfian, juga mengamankan beberapa fasilitas pengunjung agar tidak terkena langsung abu vulkanik.

“Fasilitas seperti bangku dan meja yang bisa diteduhkan kami amankan, agar tidak terkena langsung abu vulkanik,” terang Edward Alfian, yang juga menambahkan saat ini Ketep Pass masih tutup dari pengunjung karena adanya kebijakan PPKM dari pemerintah.

Sementara untuk validasi Jarak Luncur Awanpanas Guguran Gunung Merapi Tanggal 10 Agustus 2021, Mengacu kepada erupsi hari Minggu (8/8/2021) pukul 4.58 WIB telah terjadi rangkaian awanpanas guguran di Gunung Merapi yang meluncur ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur 3.000 m. Teramati kolom erupsi setinggi 1.000 m di atas puncak.

Awanpanas guguran ini tercatat di seismogram dengan amplitudo 20 mm dan durasi 222 detik. Pada saat kejadian, angin berembus ke barat dan menyebabkan hujan abu di beberapa lokasi, diantaranya di Pos Babadan, Krinjing, Paten, Sengi, Tlogolele, Ketep, dan Kota Magelang.

Pada tanggal 9 Agustus 2021, BPPTKG bersama tim dari UGM menerbangkan drone di alur Kali Bebeng untuk memvalidasi jarak luncur awanpanas guguran tersebut. Berdasarkan hasil pemetaan, jarak luncur terjauh adalah 3 km dari puncak Gunung Merapi.

Artikel Menarik Lainnya :  Siap-siap! Akan Ada Kapal Raksasa di Grabag Magelang

Jarak luncur awanpanas guguran ini masih berada dalam rekomendasi daerah potensi bahaya yang sudah ditetapkan, yaitu sejauh 3 km dari puncak di alur Kali Woro, dan 5 km dari puncak untuk alur Kali Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Tingkat aktivitas vulkanik Gunung Merapi saat ini masih tinggi. Erupsi ekslosif masih berpeluang terjadi dengan ancaman bahaya berupa lontaran material vulkanik dalam radius 3 km dari puncak Merapi.

“Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan. Tetap waspada dan selalu pantau informasi aktivitas Gunung Merapi dari BPPTKG,” ucap Kepala BPPTKG Jogyakarta Hanik Humaida.(cha)