Nurhadi 5 Kali Lolos, Harun Masiku Lenyap

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Mantan Sekjen Mahkamah Agung (MA) Nuhardi lima kali terlacak oleh aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. Namun, setiap akan ditangkap selalu berhasil meloloskan diri.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan berdasarkan informasi sumber IPW, Nurhadi lima kali terlacak saat melaksanakan Salat Duha. Namun, buronan KPK itu berhasil lolos saat hendak ditangkap.

“Nurhadi selalu berpindah-pindah masjid saat melaksanakan salat duha. Sudah ada lima masjid yang terus dipantau. Sumber itu optimis Nurhadi bakal segera tertangkap,” kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/5).

Neta pun berharap Nurhadi bisa segera ditangkap menjelang Lebaran. Sehingga bisa menjadi hadiah Idul Fitri dari KPK buat masyarakat.

Selain Nurhadi, Neta juga mengatakan sumbernya menyebut Harun Masiku sama sekali tak terlacak alias gelap.

Mantan anggota Demokrat yang hengkang ke PDIP dan menjadi buronan KPK itu lenyap seperti ditelan bumi.

“Harun terakhir terlacak saat Menkumham mengatakan yang bersangkuta berada di luar negeri, padahal KPK mendapat informasi Harun berada di Jakarta. Tapi sejak itu Harun hilang bagai ditelan bumi,” ungkapnya.

Sumber lain IPW justru mengkhawatirkan Harun sudah tewas. Tapi sumber itu tidak menjelaskan, apa penyebabnya.

“Terlepas dari sinyalemen itu IPW berharap KPK terus memburu Harun dan segera menangkapnya,” katanya.

Neta meminta setelah keduanya tertangkap, baik Nurhadi maupun Harun, KPK harus memajangnya dalam jumpa pers, seperti memanjang Ketua DPRD Muara Enim yang berhasil ditangkap.

“Aksi memajang tersangka patut didukung semua pihak agar ada efek jera. Para koruptor harus dipermalukan seperti bandar narkoba dan kriminal jalanan yang tertangkap,” katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua KPK Firli Bahuri bakal menindaklanjuti setiap informasi terkait para buron KPK tersebut.

“Setiap informasi yang kami terima, kami tindaklanjuti dan kita lacak dan datangi. Saya tegaskan semua info terkait dugaan keberadaan para DPO kita lacak dan kejar,” katanya.

Ditegaskan Firli, pihaknya terus berupaya mencari keberadaan para buronan sehingga bisa segera menuntaskan perkaranya.

“Kami berkomitmen menyelesaikan perkara korupsi tunggakan termasuk para DPO yang terus kita cari. Kami telah melakukan pencarian dan terus melakukan pencarian,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri pun mengatakan demikian. Pihaknya akan menindaklajuti informasi yang masuk.

“Setiap informasi yang kami terima dari masyarakat terkait keberadaan para DPO, KPK pastikan akan menindaklanjutinya,” ujarnya.

Selain Nurhadi, katanya, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Rezky Herbiyono (RHE), swasta atau menantunya, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto (HS). Ketiganya telah dimasukkan dalam DPO sejak 11 Februari 2020.

“KPK akan mendalami informasi tersebut, dan akan terus mencari dan mengejar DPO NHD dan kawan-kawan,” kata Ali.

Selain itu, penyidik KPK saat ini juga sedang merampungkan pemberkasan perkara tersangka Nurhadi dan kawan-kawan tersebut.(gw/fin)