Nasib! Tak Ada Jatah Pupuk Bersubsidi bagi Petani Tembakau dan Kentang

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat - pupuk bersubsidi petani tembakau dan petani kentang

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemkab Wonosobo melayangkan surat kepada pemerintah pusat terkait kelangkaan pupuk dan pengurangan pupuk bersubsidi. Pasalnya kebijakan tersebut dianggap merugikan petani di kabupaten pegunungan itu.

“Ya ada keluhan pupuk non subsidi langka dan mahal. Sedangkan pupuk subsidi diarahkan untuk tanaman pangan seperti padi, jagung dan kedelai, padahal kita bukan sentra komoditas itu. Jadi petani wonosobo sangat terdampak,” ungkap Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, kemarin.

Menurutnya, sejumlah kepala desa di Wonosobo, terutama yang berasal dari desa di kawasan kaki Gunung Sumbing, Sindoro dan pegunungan Dieng, belum lama ini datang ke pendopo kabupaten dan mengeluh. Petani merasa keberatan dengan kebijakan pengurangan pupuk bersubsidi, sebab banyak petani yang sekarang susah mengakses pupuk yang dibutuhkan.

“Pupuk ini kan kebutuhan dasar bagi petani. Jika langka atau tidak ada tentu akan mengganggu proses pertumbuhan tanaman, dan dampak lanjutanya bisa tidak panen,” tandasnya.

Dijelaskan mayoritas masyarakat Wonosobo adalah petani dan saat ini utuh subsidi pupuk. Namun dalam kebijakan peraturan Menteri Pertanian yang baru, tidak ada subsidi untuk tembakau dan kentang, padahal itu pilar petani Wonosobo.

“Karena tidak ada subsidi maka beli pupuk dengan harga mahal. Sudah begitu barang tidak ada di pasaran. Kami telah berkirim surat kepada DPR RI untuk diteruskan ke presiden,” katanya.

Diakui bahwa kondisi negara belum stabil karena masa transisi covid, baru mulai ada kebangkitan ekonomi petani dan wisata, yang selama ini anggaran negara tersedot untuk subisi luar biasa. Pemerintah sedang gencarkan pupuk ramah lingkungan yang bisa diambil dari masyaka sendiri, dari sisa sisa sampah.

“Tapi itu tidak serta merta dan butuh waktu, kita butuh sarana dan prasarana, meski sudah latihan pembuatan pupuk organik tapi kan tidak mudah berubah secara langsung,” ucapnya.

Berkaitan dengan hal tu, Afif juga meminta petani tenang, sebab pemerintah kabupaten tidak tinggal diam dan sedang melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Pasalnya petani di Kabupaten Wonosobo sangat membutuhkan pupuk bersubsidi itu.

“Kita harapkan kebijakan itu ditinjau ulang atau ada perlakuan khusus, untuk komoditas tembakau dan kentang bisa mendapatkan subsidi. Karena sekarang dipaparkan sedang bahagia petani sudah mendapatkan kartu tani, tapi itu tidak berfungsi, kalua kebijakan subsidinya berubah,” pungkasnya. (gus)