Nakes Jadi Prioritas Wacana Vaksin Dosis Ketiga di Kota Magelang

PERCEPATAN. Puskesmas di Kota Magelang terus dikuatkan untuk menjadi faskes penyedia vaksinasi kepada seluruh masyarakat. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
PERCEPATAN. Puskesmas di Kota Magelang terus dikuatkan untuk menjadi faskes penyedia vaksinasi kepada seluruh masyarakat. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemkot Magelang siap mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait pengaplikasian dosis ketiga vaksin. Tenaga kesehatan (nakes) diharapkan menjadi prioritas utama vaksinasi dosis ketiga itu.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, Joko Budiyono mengaku bahwa pihaknya telah menerima informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI soal wacana imunisasi ketiga. Nantinya, nakes akan mendapat vaksin Moderna.

”Nakes di Kota Magelang sudah mendapat dua dosis vaksin Sinovac. Mereka merupakan kelompok prioritas yang harus dilindungi Covid-19 terutama varian baru,” kata Joko yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang itu.

Menurutnya, vaksinasi dosis ketiga menjadi upaya yang harus ditempuh, untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian delta. Varian ini dikenal menyebar dengan cepat sehingga tidak cukup hanya dengan dua kali dosis vaksin dan protokol kesehatan.

”Sebagian orang imunnya beda-beda. Kalau yang mendesak divaksin ketiga dosis itu prioritas adalah nakes. Dengan jarak waktu 6 bulan setelah imunisasi dosis kedua Sinovac,” imbuhnya.

Joko menyebutkan, sampai saat ini sekitar 30 persen atau 55.000 warga Kota Magelang telah mendapat suntikan Sinovac dosis kedua. Tidak hanya dari Dinas Kesehatan (Dinkes) saja, program percepatan vaksinasi juga digelar lembaga atau instansi lainnya.

”Instansi lain seperti kepolisian, pengusaha, perkantoran, dan lainnya kompak untuk mempercepat vaksinasi ini.  Kami sangat mengapresiasi gerakan ini. Diharapkan, akan muncul herd imunity kolektif yang semakin cepat,” ujarnya.

Ia menilai bahwa orang yang telah divaksin dua dosis, mampu mengurangi gejala bila terpapar Covid-19 hingga 90 persen. Di sisi lain, angka kematian Covid-19 yang terjadi di Kota Magelang pun lebih dari 90 persennya karena mereka belum divaksin.

”Makanya kita akan dorong percepatan vaksinasi. Meskipun tidak membuat kebal, tapi minimal bisa mengurangi risiko gejala bahkan risiko kematian,” imbuhnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Datangi Bank Sampah, Tim Juri Langsung Memberikan Penilaian

Namun masalahnya, saat ini pasokan vaksin dari pemerintah pusat sangat terbatas. Mau tidak mau Pemkot Magelang hanya memprioritaskan masyarakat yang belum divaksin atau yang belum mendapat vaksin dosis kedua.

”Pasokan vaksin dari Pusat belum normal sepenuhnya. Masih terbatas. Berapapun yang datang, langsung kita aplikasikan. Kita kerahkan seluruh Puskesmas untuk menyediakan vaksinasi,” paparnya.

Masyarakat Kota Magelang yang menginginkan vaksin bisa mendaftar di RW masing-masing. Selanjutnya, mereka akan mendapat undangan dari fasilitas kesehatan (Faskes) berikut jadwal imunisasi.

”Kita optimalkan peran RW karena mereka yang lebih tahu tentang kondisi masyarakatnya. RW-RW sudah jalan itu, mendata setiap hari siapa saja yang belum divaksin,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Magelang Yis Romadhon mengaku jika pasokan vaksin di Kota Magelang belakangan ini seringkali timpang dari usulan. Dari usulan 1.810 vial, kedatangan vaksin dari Pemerintah Pusat itu hanya 250 vial saja.

”Kita mengusulkan. Tapi datangnya tidak sesuai. Terakhir cuma datang 250 vial,” kata Yis.

Menurutnya, hal ini terjadi di semua daerah, tidak hanya di Kota Magelang. Sebabnya, pasokan vaksin di Pemerintah Pusat pun juga mengalami penurunan.

”Antusiasme masyarakat di Kota Magelang ini terhadap vaksinasi sangat tinggi. Begitu datang, kita langsung aplikasikan. Prioritasnya adalah vaksin dosis kedua,” ujarnya. (wid)