Musyawarah Desa Bumiroso Libatkan Semua Elemen Masyarakat

RENCANA. Desa Bumiroso, Kecamatan Watumalang gelar perencanaan pembangunan Tahun Anggaran 2021 berbasis partisipasi masyarakat.
RENCANA. Desa Bumiroso, Kecamatan Watumalang gelar perencanaan pembangunan Tahun Anggaran 2021 berbasis partisipasi masyarakat.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Perencanaan pembangunan Tahun Anggaran 2021 di Desa Bumiroso, Kecamatan Watumalang dinilai layak menjadi contoh untuk desa-desa lainnya di Kabupaten Wonosobo. Selain disusun berbasis partisipasi masyarakat, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Bumiroso juga didukung dengan hasil forum group discussion (FGD) yang melibatkan seluruh elemen, seperti tokok agama, tokoh perempuan, pemuda, tokoh kesehatan hingga tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Penilaian positif terkait pelaksanaan Musyawarah Desa Penyusunan RKP Des tersebut diungkapkan langsung Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Watumalang, Syaiful Azhar dalam sambutannya di depan forum Musdes di Balai Desa Bumiroso, Kamis (30/7)

Menurut Syaiful, apa yang telah diisajikan Pemerintah Desa Bumiroso dalam Musyawarah Desa penyusunan RKP Des sudah sangat baik, karena telah mencakup sejumlah hal kunci, seperti demografi kependudukan, lingkungan, potensi ekonomi, kesehatan, hingga sampai pada penyelesaian masalah berbasis pada data akurat.

Baca Juga
Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim

“Pihak Pemdes, bersama Badan Permusyarawatan Desa (BPD) menyampaian data-data secara terinci sehingga mampu membuka wawasan masyarakat terhadap permaslahan yang mesti dihadapi desa pada kurun waktu setahun pada 2021 mendatang, dengan menitikberatkan pada pemetaan secara komprehensif dan berbasis pada partisipasi publik,” terang Syaiful.

Selain itu, inisiatif untuk mengadopsi pola penggalian gagasan sebagaimana dilakukan di Bappeda Kabupaten menurut Syaiful juga layak mendapat apresiasi positif. Dengan pola penggalian gagasan dengan mekanisme FGD yang melibatkan elemen-elemen kunci di desa tersebut, ia meyakini materi yang diusung sebagai bahan musyawarah desa menjadi lebih terarah, fokus dan tepat sasaran.

“Dengan pelibatan komponen masyarakat seperti tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat hingga tenaga kesehatan, pola pembangunan desa juga kelak akan efektif menyasar program-program skala prioritas dan bisa variatif di setiap jenjang mulai dari RT, RW, dusun hingga ke lingkup desa dalam implementasinya,” tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Memprihatinkan, Pasar Induk Wonosobo Sisi Timur hanya Terisi 40 % Pedagang

Diharapkan, pola musyawarah desa tersebut akan bisa diterapkan di desa-desa lain. Bahkan menurut Syaiful tidak hanya di Kecamatan Watumalang, melainka di lingkup lebih luas se-Kabupaten Wonosobo. (gus)