Mulai Melakukan Safari Politik, Bapaslon Aman Janjikan Tambahan Dana Bantuan RT RW

SOSIALISASI. Bakal pasangan Aziz-Mansyur (Aman) saat menggelar sosialisasi dan safari politik di hadapan warga Kota Magelang, 
SOSIALISASI. Bakal pasangan Aziz-Mansyur (Aman) saat menggelar sosialisasi dan safari politik di hadapan warga Kota Magelang, 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG  – Kendati pendaftaran bakal pasangan calon (Bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Magelang baru akan dibuka hari ini, Jumat (4/9) namun dua kandidat yang berencana mengikuti kontestasi politik mulai mengenalkan diri ke hadapan publik. Tak sedikit, kedua kandidat ini menyebut gambaran kebijakan, visi, dan misi kepada warga yang mereka temui.

HM Nur Aziz, sebagai bakal calon Walikota Magelang yang diusung Partai Demokrat, Partai Golkar, PKS, dan PKB ini mulai menggelar safari politik di dalam pertemuan warga. Ia yang berpasangan dengan KH Mansyur Siraj itu menjelaskan gambaran kebijakan yang akan ditempuh jika ia terpilih nanti.

Aziz, yang punya basic seorang dokter spesialis penyakit dalam ini mengaku jika Kota Magelang akan semakin terangkat ekonominya, bila wilayah ini memiliki fakultas kedokteran di perguruan tinggi negeri (PTN) Universitas Tidar (Untidar).

“Antara fakultas kedokteran dan ekonomi ini sangat erat hubungannya. Saya contohkan di Purwokerto Banyumas, ketika Unsoed belum punya Fakultas Kedokteran, daerahnya biasa-biasa saja, tetapi begitu punya, banyak orang yang ingin datang ke sana,” ujarnya, belum lama ini.

Ia juga menyinggung masalah kesejahteraan aparat di tingkat terkecil pemerintah yakni ketua RT dan ketua RW. Jika ia terpilih, Aziz akan mengusahakan honorarium RT dan RW ditambah.

“Saya ingin salah satu program saya yaitu bantuan RT dan RW kita harapkan besarannya bertambah. Sudah saya kaji, karena musren (musyawarah rencana) bottom up, dari bawah ke atas, bukan top down (atas ke bawah). Contoh saja kebijakan top down, pemberian bantuan sosial sering tidak tepat sasaran,” katanya.

Baca Juga
Kantor Disdukcapil Masih Tutup, 4 Karyawan Disdukcapil Positif Covid-19

Menurut dia, jabatan Ketua RT dan Ketua RW sangat strategis bagi pemerintah daerah. Merekalah yang bergerak sebagai ujung tombak, dan tangan kanan pemerintah.

“Kalau RT tidak dilibatkan, yang repot semuanya. Tapi yang dikeluhkan gajinya masih sedikit,” ungkapnya.

Visi lainnya, kata Aziz, kerukunan beragama di Kota Magelang harus selalu dipupuk. Sebagai seorang muslim, Aziz yakin bahwa keyakinan agamanya tidak ada unsur paksaan terhadap agama lain.

“Kalau itu muslim yang taat sebenarnya Islam itu sangat toleransi, karena tidak ada unsur paksaan untuk memeluk agama,” tandasnya.

Dirinya juga menggarisbawahi masalah kesehatan di Kota Sejuta Bunga. Dia ingin agar Kota Magelang memiliki rumah sakit level nasional sehingga jika masyarakat berobat tak perlu jauh-jauh pergi ke luar daerah.

“Kelengkapan rumah sakit harus yang paling lengkap dan standarnya tingkat nasional. Kalau sudah begitu tidak perlu lagi masyarakat Kota Magelang dirujuk ke Jogja atau kota lain, karena di sini saja sudah lengkap,” papar dia.

Selain itu, Aziz juga menjelaskan pihaknya mewacanakan program “jemput sakit antar sehat” yang dimaksud dengan menjemput orang saat sakit untuk dirawat di rumah sakit, kemudian setelah sembuh akan diantar ke rumah tanpa biaya. (wid)