Minat Lansia untuk Vaksin Rendah

LANSIA. Program vaksin covid-19 memprioritaskan lansia yang dianggap sebagai kelompok paling rentan terpapar.
LANSIA. Program vaksin covid-19 memprioritaskan lansia yang dianggap sebagai kelompok paling rentan terpapar.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COMPemkab Wonosobo dibuat pusing tujuh keliling soal vaksin bagi lansia. Pasalnya peminatnya sangat rendah. Tingkat kehadiran lansia di lokasi vaksin masih kisarannya di bawah 40 persen. Minimnya kehadiran lansia diduga karena beredar informasi yang tidak benar alias hoaks.

“Soal vaksin untuk lanjut usia (lansia), iya benar minat sangat rendah. Terutama di desa desa, tingkat kehadirannya masih di bawah 40 persen,” ungkap Sekda Wonosobo, One Andang Wardoyo, kemarin.

Menurutnya, situasi tersebut cukup memprihatinkan lantaran pemkab telah mengalokasikan vaksin cukup tinggi bagi. Disebutkan dari 15 ribu dosis yang dikirim oleh pemerintah pusat, 9.000 dosis untuk lansia. Sedangkan sisanya, 3.000 untuk pelayanan publik dan 3.000 dosis lainnya untuk masyarakat umum.

“Vaksin untuk lansia bahkan dialokasikan sebanyak 60 persen. Itu paling tinggi, aplikasinya juga merata ke seluruh kecamatan di Wonosobo,” katanya.

Kondisi tersebut jelas menjadi pukulan berat lantaran, kasus kematian lansia di Wonosobo menduduki peringkat pertama dibandingkan kelompok umur yang lain. Bahkan di awal bulan Agustus 2021 saja, jumlahnya sudah mencapai ratusan.

“Kita punya data yang cukup mengejutkan, sejak tanggal 1 hingga 10  Agustus 2021 jumlah kematian lansia sudah mencapai 419 orang baik covid maupun non covid,” ujarnya.

Diduga kuat, rendahnya minat kelompok lansia untuk menghadiri pemberian vaksin, lantaran beberapa hal. Di antaranya masalah jarak ke lokasi vaksin, lupa dengan undangan pelaksanaan vaksin dan yang paling banyak karena misinformasi soal vaksin.

“Kalau kendala teknis bisa kita maklumi, tapi problem yang kuat adalah informasi hoaks soal vaksin di kalangan lansia, ini gencar sekali. Anggapan kuat vaksin menjadi penyebab kematian dan juga penyebab sakit,” bebernya.

Artikel Menarik Lainnya :  Coca-Cola Serahkan Bantuan Produk Minuman ke Tenaga Medis Semarang

Terkait hal itu pihaknya akan mendorong sejumlah upaya di tingkat satgas dan menggandeng tokoh agama serta tokoh masyarakat. Sedangkan untuk kendala teknis, akan dilakukan jemput bola bagi lansia

“Kita akan perkuat peran satgas di desa untuk sosialisasi dan juga jemput bola bagi lansia, datangi. Jika ada kendala untuk hadir, misalnya transportasi, harus dibantu. Selain edukasi ke warga kita juga gandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama,” ucapnya.

Sementara Itu, Wabup Wonosobo Muhammad Albar mengatakan, minat lansia untuk ikut dalam program vaksin covid 19 mengalami penurunan signifikan. Dia mencontohkan kasus di kampung halamannya sendiri, Stieng Kejajar, yang awalnya 500 orang menjadi hanya sekitar 50 orang saja.

“Sebelumnya 500 orang sudah terdaftar, tapi begitu badai hoaks itu muncul, tersisa sekitar 50 an orang lansia saja,” katanya.

Pihaknya berharap semua kepada semua lapisan masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah membentuk kekebalan kelompok melalui vaksinasi dengan melancarkan program vaksinasi lansia.

“Kenapa lansia jadi prioritas, karena ini kelompok rentan, monggo  yang masih punya orang tua untuk dorong vaksin, kalau perlu diantar dan dikawal,” pintanya.

Orang nomor dua di Wonosobo itu juga meminta kepada satgas di semua tingkatan untuk membantu melakukan edukasi terhadap pemberian vaksin, bukan malah sebaliknya. Selain itu, harus dilakukan pelacakan penyebar hoaks di desa desa soal vaksin.

“Penyebar informasi palsu soal vaksin ini harus dicari, karena kalangan tua ini diduga  justru terprovokasi oleh informasi yang disampaikan secara langsung dari mulut ke mulut, dan sebagian melalui media sosial,” pungkasnya. (gus)