Millenial Purworejo Mulai Sadar Brand Original

RAMAI. Sejumlah pengunjung tampak sibuk memilih hoodie atau crewneck dari brand-brand luar negeri. (Foto lukman)
RAMAI. Sejumlah pengunjung tampak sibuk memilih hoodie atau crewneck dari brand-brand luar negeri. (Foto lukman)

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Purworejo Thrift Market (PTM)#2 sukses digelar oleh sedikitnya enam belas pelaku usaha pakaian impor secondhand yang rata-rata masih berusia belia. Dalam event yang dihelat selama tiga hari sejak Jumat (18/6) di halaman Jodo Plaza Purworejo itu, setidaknya mereka mampu meraup omset hingga sekitar Rp 40 juta.

Panitia kegiatan, Fahmi mengungkapkan pangsa thrift market di Purworejo adalah anak-anak muda yang memiliki pemahaman terhadap brand-brand internasional. “Istilah trifting kini tak lagi asing bagi generasi muda, milenial di Purworejo. Thrifting sendiri kegiatan jual beli barang bekas yang kualitasnya masih bagus. Yang lazim dijadikan obyek adalah pakaian bekas. Ini event kedua yang kita gelar. Alhamdulillah peminatnya seiring waktu kian bertambah, ungkap Fahmi di hari terakhir bazar, Minggu (18/6).

Fahmi menjelaskan jika sejak beberapa tahun terakhir, bisnis pakaian bekas dari brand ternama dunia yang kualitasnya masih sangat layak pakai cukup banyak diminati.

Mindset anak muda, kata dia, kini lebih percaya diri mengenakan sandangan yang oroginal tapi beli bekas, dibanding menggunakan barang baru tapi fake atau KW. Mindset tersebut menjadi trend di kalangan anak-anak muda yang berbanding lurus dengan terbangunnya pasar thrift market di Purworejo.

Dalam bazar tersebut sedikitnya 8 stand dari 16 penjual terisi dberagam dagangan seperti hoodie, crewneck, ziphoodie, kemeja, kaos, celana, sepatu, topi hingga kacamata. Brand yang ditawarkan juga bervariasi seperti GAP, Dickies, Nike, Adidas, Uniqlo, Thraiser, Pancoat dan masih banyak lagi.

“Untuk harga kita mulai dari 10 ribu hingga ratusan ribu tergantung kualitas dan merk barang tersebut. Bazar ini bukan semata-semata bagaimana agar dagangan laku, tapi juga bagian dari kampanye memperkuat branding thrift market agar semakin dikenal dan disukai oleh masyarakat khususnya anak-anak muda,” imbuhnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Progres Laporan Penyalahgunaan DD Kemiri Kidul Dipertanyakan

Kedepan, event ini akan digelar secara berkala karena dampaknya terhadap kegiatan bisnis pakaian bekas ini cukup bagus.

“Mengingat situasi pandemi, event ini kita jalankan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Pegunjung di masing-masing stand kita batasi dan kita wajibkan menggunakan masker,” tandasnya. (luk)