Messi Pernah 3 Kali Nyaris Pergi tapi Selalu Batal

Messi Pernah 3 Kali Nyaris Pergi tapi Selalu Batal

MAGELANGEKSPRES.COM,Lionel Messi sedang santer dikabarkan ingin meninggalkan Barcelona. Sebelumnya, Messi juga pernah nyaris pergi dari timnya, tapi batal.

Beberapa waktu lalu, Messi telah menyampaikan keinginannya untuk pergi dari Camp Nou. Pemain asal Argentina itu ingin kontraknya yang habis pada 2021 diakhiri lebih cepat.

Beberapa hal diyakini jadi penyebab yang membuat Messi ingin meninggalkan Barcelona. Sejumlah masalah internal hingga musim yang berakhir tanpa trofi mendorong Messi untuk mengambil keputusan.

Meski demikian, Barcelona tak berniat untuk melepas pemilik enam trofi Ballon d’Or itu. Blaugrana bakal mencari solusi untuk persoalan ini agar Messi bertahan di Camp Nou.

Barcelona boleh saja berharap Messi berubah pikiran. Menilik ke belakang, Messi pernah berada di ambang pintu keluar tapi pada akhirnya tak ke mana-mana.

Berikut ini beberapa momen ketika Messi mengurungkan niat untuk pergi seperti dirangkum Marca.

2014: Era Tata Martino

Messi melewati musim yang buruk saat Barcelona ditangani Tata Martino pada 2013/2014. Martino kala itu diangkat sebagai pelatih untuk menggantikan Tito Vilanova yang sakit.

Messi tak cuma kerap diganggu cedera pada musim tersebut. Performa Barcelona juga tidak konsisten hingga akhirnya gagal di LaLiga, Copa del Rey, dan Liga Champions.

Beberapa pekan sebelum musim berakhir, Messi yang sudah mempertimbangkan untuk hengkang itu mengunjungi Vilanova di rumah sakit. Obrolan dengan Vilanova akhirnya membuat Messi memutuskan bertahan di Barcelona.

“Itu ketika Tito di masa kritis dan benar bahwa saat itu Leo belum tentu bertahan,” kata asisten Vilanova, Jordi Roura, pada 2019 silam.

“Mereka bertemu dan meski saya tidak di sana, saya tahu mereka ngobrol berjam-jam. Dari sana, dia berubah pikiran dan melihat segalanya dengan lebih jelas.”

Artikel Menarik Lainnya :  Indonesia Patok Target Juara Piala AFF 2020

“Saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi Messi memutuskan untuk bertahan dan kami harap dia begitu selama bertahun-tahun.”

2016: Masalah Penggelapan Pajak

Messi pernah tersandung masalah penggelapan pajak di Spanyol pada 2016. Jaksa mendakwa Messi telah menyembunyikan pendapatan dari images rights di tahun 2007, 2008, dan 2009 ke negara-negara bebas pajak.

Akibatnya, Messi divonis 21 bulan penjara. Namun, dia tidak masuk bui karena di Spanyol, hukuman kurungan kurang dari dua tahun bisa menjalani hukuman percobaan dengan catatan belum pernah mempunyai catatan kriminal.

Gerah dengan persoalan hukum, Messi sempat dilaporkan ingin meninggalkan Barcelona. Kala itu, Manchester City disebut tertarik kepada Messi.

Namun, pada akhirnya Messi tidak ke mana-mana. Dia bertahan dan bersama Luis Suarez dan Neymar, Messi mengantar Barcelona meraih dua gelar juara.

“Saat itu saya berpikir untuk pergi, bukan karena saya ingin meninggalkan Barcelona tapi karena saya berpikir soal meninggalkan Spanyol,” Messi mengaku kepada RAC1 tahun lalu.

“Saya merasa diperlakukan dengan buruk dan saya tidak mau di sini lagi. Saya membuka pintu untuk banyak tim, bahkan meski tidak ada tawaran resmi karena mereka semua tahu saya ingin tetap di Barcelona.”2016: Pensiun dari Timnas Argentina

Bukan cuma di level klub, Messi juga pernah mengutarakan niatnya untuk meninggalkan timnas Argentina. Dia pernah menyatakan pensiun dari timnas usai kekalahan dari Chile di final Copa America 2016.

“Buat saya, tim nasional selesai. Saya sudah mencoba yang saya bisa, menyakitkan tidak menjadi juara bersama Argentina. Saya tidak bisa meraihnya,” ucap Messi usai pertandingan melawan Chile kala itu.

“Di ruang ganti pemain saya berpikir kalau tim nasional sudah berakhir, itu bukan buat saya.”

Artikel Menarik Lainnya :  Indonesia Patok Target Juara Piala AFF 2020

Hanya dua bulan setelah menyatakan pensiun dari timnas, Messi memutuskan untuk kembali memperkuat Albiceleste.

“Aku melihat ada banyak masalah di sepakbola Argentina dan aku tidak ingin menambahnya,” ucap Messi kala itu. “Aku tidak ingin menyebabkan kerusakan, sebaliknya, tujuanku adalah membantu dengan cara apapun.”

“Ada banyak hal yang harus diperbaiki di sepakbola Argentina. Tapi aku memilih membantu dari dalam daripada berdiri di luar dan mengkritik,” sambung Messi.(net)