Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Hujan Abu Terjadi di 2 Kecamatan di Magelang

ERUPSI. Gunung Merapi kembali menunjukan peningkatan aktivitas, yang menyebabkan hujan abu vulkanik di sekitar wilayah Kabupaten Magelang.
ERUPSI. Gunung Merapi kembali menunjukan peningkatan aktivitas, yang menyebabkan hujan abu vulkanik di sekitar wilayah Kabupaten Magelang.

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM– Peningkatan aktivitas Gunung Merapi kembali, menurut informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) peningkatan aktivitas terjadi pada Kamis (10/2/2022) pukul 00.00-06.00 WIB terjadi 11 kali awanpanas guguran (APG) Merapi pada 00.22, 00.54, 01.00, 01.22, 01.35, 01.59, 02.07, 02.43, 02.58, 03.00, dan 04.43 WIB. APG tercatat di seismogram dengan durasi max 191 detik. Jarak luncur max 2 km ke arah tenggara (Kali Gendol).

Awanpanas guguran Merapi Kamis (10/3/2022) pukul 7.33 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 55 mm dan durasi 172 detik. Jarak luncur ±2.000 m ke arah tenggara (Kali Gendol).

Sebelumnya pada Rabu (9/3/2022) sejak pukul 23.18 WIB. munculnya luncuran awan panas guguran (APG) sejauh 5.000 meter dan mengarah ke arah tenggara.Teramati pula lava pijar sebanyak 7 kali dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya.

“Pasca Awanpanas guguran Merapi tanggal 9 Maret 2022 yang terjadi mulai pukul 23.18 WIB, Berdasarkan pemantauan informasi melalui sosial media dan laporan dari masyarakat, sampai dengan pukul 00.30 WIB sebaran hujan abu tipis hingga sedang terjadi antara lain di wilayah Kecamatan Dukun dan Sawangan,” ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Wasono.

Yaitu Desa Paten, Kecamatan Dukun, Desa Sengi Kecamatan Dukun, Desa Krinjing Kecamatan Dukun, Desa Ketep Kecamatan Sawangan, Desa Gantang Kecamatan Sawangan, Desa Jati Kecamatan Sawangan dan Desa Soronalan Kecamatan Sawangan.

“Sementara itu pantauan visual Merapi saat ini berkabut dan cuaca di Kecamatan Dukun dan sekitaranya terpantau berawan-hujan ringan. Untuk perkembangan lebih lanjut dan rilis resmi dari BPPTKG akan kami update kemudian,” terang Edi.(cha).