Merapi Erupsi, BPBD Bertindak Cepat Bagikan Seribu Masker

MASKER. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bagikan masker ke warga diwilayah terdampak hujan abu vulkanik Gunung Merapi.
MASKER. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bagikan masker ke warga diwilayah terdampak hujan abu vulkanik Gunung Merapi.

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Guna mengantisipasi dampak abu vulkanik Gunung Merapi akibat erupsi yang terjadi pada Minggu (8/9/2021), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bertindak cepat dengan membagikan masker ke warga di wilayah terdampak hujan abu vulkanik.

Pembagian masker dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Dukun. Secara teknis anggota BPBD memberikan masker langsung kepada warga masyarakat terdampak abu vulkanik Gunung Merapi.

“Sebagai langkah antisipasi dampak abu vulkanik, Anggota BPBD segera turun ke lapangan untuk memberikan masker kepada warga terdampak abu vulkanik diantaranya di Kecamatan Sawangan dan Dukun,” ucap Kepala Pelaksana BPBD, Edi Wasono.

Edi mengatakan, untuk wilayah Kecamatan Sawangan, daerah yang terdampak hujan abu vulkanik adalah Desa Kapuhan, Desa Gantang, Desa Jati dan Desa Krogowanan. Sementara untuk Kecamatan Dukun, meliputi Desa Sengi, Desa Paten dan Desa Krinjing.

“Masing-masing desa kami salurkan seribu masker, namun sebelumnya kami juga sudah menyalurkan ke Kecamatan Sawangan dan Dukun sebanyak 5000 masker,” terang Edi.

Terkait aktifitas erupsi Gunung Merapi, Edi menyampaikan pesan kepada warga masyarakat agar tetap tenang dan waspada menghadapi erupsi Gunung Merapi, dengan mencari informasi yang tepat.

“Pastikan mencari sumber informasi yang akurat dan jangan mudah percaya dengan kabar yang belum jelas kepastiannya, tetap tenang dan waspada dengan tetap jalankan prokes dengan baik. Jangan beraktifitas diluar jika tidak mendesak,” tandas Edi.

Berdasarkan informasi resmi BPPTKG Jogyakarta, Gunung Merapi hari Minggu 08/09 terjadi erupsi dengan beberapa kali mengeluarkan guguran awan panas dengan jarak luncur maksimum 3000 meter ke arah barat daya. Selain itu juga terdapat beberapak kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 2000 meter ke arah yang sama.

Artikel Menarik Lainnya :  Wajib Pautuhi Prokes, 2.600 Peserta Seleksi CASN Ikuti Tes di UNY

“Dari pukul 00.00 sampai pukul 06.00 WIB ini sebanyak 5 kali guguran awan panas mulai jarak luncur 1.100 meter hingga 3.000 meter. Sehingga pagi ini sekitar pukul 07.00 WIB terjadi hujan abu tipis di beberapa wilayah,” ucap Kepala BPPTKG Jogyakarta Hanik Humaida.

Adapun wilayah yang mengalami hujan abu dengan intensitas tipis, meliputi Tlogolele, Klakah Ngisor, Kapuhan,  Paten, Nggowok dan  Babadan. Semua wilayah tersebut mengalami hujan abu.

Selain awan panas, Gunung Merapi dalam kurun waktu tersebut juga mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak 27 kali dengan jarak luncur maksimal 2000 meter. Lava pijar ada 27 kali guguran, jarak maksimalnya 2000 meter masih mengarah kearah barat daya.

Sementara terkait jumlah kegempaan, Hanik mengatakan jika sampai pukul 06.00 WIB ini sebanyak 70 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-33 milimeter dengan durasi 11-184 detik.

“Pada pukul 07.29 WIB juga kembali terjadi guguran awan panas dengan jarak luncur 1800 meter ke arah barat daya dan teramati tinggi kolom asap setinggi 800 meter,” jelas Hanik Humaida.

Hanik mengatakan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Untuk lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak Merapi.

Oleh karenanya Hanik Humaida  meminta masyarakat tidak perlu panik dan lakukan antisipasi terkait gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.(cha)