Menteri Pertanian: Temanggung Disiapkan sebagai Wilayah Super Prioritas Pertanian

Mentan Syahrul Yasin Limpo saat berdialog dengan petani di Desa bansari kecamatan bansari
DIALOG. Mentan Syahrul Yasin Limpo saat berdialog dengan petani di Desa bansari kecamatan bansari jumat kemarin. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Kondisi lahan pertanian di Kabupaten Temanggung yang subur dan didukung sarana lainnya, sangat mendukung dijadikan sebagai wilayah super prioritas pertanian di pulau Jawa.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai meninjau lokasi food estate di Desa Bansari, Kecamatan Bansari,Temangggung Jumat (15/10). Menurutnya, dengan ketersedaiaan lahan dan kesuburan tanah yang ada, Temanggung bisa mejadi food estate atau lumbung pangan.

Ia mengatakan, dengan perluasan kawasan komoditas strategis berbasis hortikultura tersebut, diharapkan Temanggung nantinya menjadi penopang utama kebutuhan pangan kota-kota besar di Indonesia, utamanya di Pulau Jawa.“Kabupaten Temanggung sangat cocok dijadikan lokasi lumbung pangan lantaran memiliki tanah yang subur dan sumber air yang memadai,”katanya.

Ke depan katanya, lahan pertanian yang dijadikan food estate berbasis holtikultura antara 200 sampai dengan 300 hektar, luasan lahan ini tersebar di Kecamatan Bansari, Bulu, Parakan, Kledung dan Ngadirejo.

Rencananya food estate berbasis holtikultura akan ditanami berbagai jenis tanaman seperti bawang merah, bawang putih, kentang dan cabai. Petani yang terlibat kurang lebih sebanyak 358 petani yang tergabung dalam 31 kelompok tani.”Saya melihat persiapan Pak Bupati luar biasa, ini baru kurang lebih 5 sampai 10 hektar lahan yang sudah jadi, besok itu bupati menjanjikan 200 sampai 300 hektare. Kalau ini berhasil, tentu akan menjadi contoh yang bisa diikuti oleh kabupaten lain yang ada di Indonesia,” katanya.

Mentan menambahkan, pihaknya akan bekerjasama dengan berbagai pihak sebagai off taker, guna menjamin  hasil produksi pertanian dari food estate bisa terserap seluruhnya. “Sesuai arahan dari presiden, nantinya ini juga harus jelas siapa off teker dan marketnya

Ia mengklaim, dengan pola mekanisasi pertanian yang pihaknya gagas akan mampu mengefisienkan biaya tenaga kerja sbeanyak 40 persen dan 20 kali lebih cepat menghasilkan produk yang berdaya saing dengan teknik budidaya ramah lingkungan.“Ini program percontohan dari presiden kepada kami ini, pertama itu jelas komoditasnya, kedua jelas overtakernya, siapa dan merketnya. pengairannya menggunakan issitem modern, dan ada mekanisasi yang kita lakukan dengan hadirnya perbankan untuk menyalurkan KUR, cost produksi atau permodalan yang dibutuhkan petani,”katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Satu Lagi Pengedar Sabu Ditangkap

Bupati Temanggung HM Al Khadziq optimistis program food estate berbasis holtikultura ini akan berhasil dilaksanakan karena petani di Temanggung sangat antusias dengan adanya rencana program nasional yang digagas oleh presiden Joko Widiodo ini.“Petani akan diuntungkan dengan program ini, lahan bisa ditanami bawang putih, bawang merah, cabai, kentang dan diselingi tanaman lain, bahkan dengang tanaman kopi dipinggiran lahan, sehingga petani tidak hanya mendapat hasil tanaman utama diprogram food estate tetapi juga hasil dari tanaman sekitarnya,”kata Bupati.

Sementara itu, salah satu petani Sofyan menuturkan, dengan adanya pertanian modern seperti ini petani akan lebih maksimal dalam mengolah lahan, apalagi didukung dengan pendampingan dari pemerintah.“Akan lebih tertata rapi, panen juga akan lebih sering dilakukan petani. Sehingga penghasilan petani bisa terus ada,”katanya.(set)