Mengganas, Bed Pasien Covid-19 Meningkat Drastis

ISOLASI. Seorang petugas menunjukkan lokasi isolasi pasien Covid-19 di RS Budi Rahayu, Jalan Urip Sumoharjo, Magelang Utara. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
ISOLASI. Seorang petugas menunjukkan lokasi isolasi pasien Covid-19 di RS Budi Rahayu, Jalan Urip Sumoharjo, Magelang Utara. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Keterisian hunian tempat tidur (bed) pasien Covid-19 di Kota Magelang meningkat drastis di sejumlah rumah sakit. Bahkan di RS Budi Rahayu Kota Magelang menunjukkan bed occupancy rate-nya (BOR) melampaui 100 persen.

“Di RS Budi Rahayu menyediakan 36 bed dan terpakai 36,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, dr Intan Suryahati, Jumat (18/6).

Hal serupa juga terjadi di rumah sakit rujukan lainnya, seperti RSUD Tidar, RST dr Soedjono, dan RSJ Prof Dr Soerojo. Meskipun masih menyisakan beberapa bed isolasi Covid-19, namun diprediksi ketersediaannya akan semakin menipis karena tren yang masih terus naik.

Apalagi setelah hasil swab klaster gathering mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Magelang keluar. Mereka yang terindikasi terpapar Covid-19 disediakan isolasi terpusat di Hotel Borobudur.

“Insya Allah masih terkendali yang isolasi terpusat. Karena masih tersedia 18 bed. Di Hotel Borobudur menyediakan 76 bed dan terpakai 58, termasuk beberapa di antaranya adalah mahasiswa Untidar,” katanya.

Melihat perkembangan temuan Covid-19 yang cukup tinggi di Kota Magelang, dr Intan memprediksi dalam pekan ini, isolasi terpusat pun tak lagi memenuhi syarat.

“Saya tidak hafal rata-rata harian pasien yang menjalani isolasi terpusat di Hotel Borobudur. Tapi kalau dirata-rata tidak sampai 10 orang setiap harinya. Sedangkan sekarang ketersediaan ada 18 bed, jadi memang sudah mulai terbatas,” ujarnya.

Intan menjelaskan, berdasarkan hasil swab klaster gathering mahasiswa Untidar, tercatat 57 mahasiswa dikonfirmasi positif Covid-19. Mereka menjalani tes swab sejak tanggal 10-17 Juni 2021.

“Total klaster gathering mahasiswa ini ada 57 yang positif. Itu termasuk yang swab di daerah asal, mandiri, dan yang difasilitasi Pemkot Magelang. Sebagian mereka menjalani isolasi di rumah dan Hotel Borobudur,” jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Mayoritas Destinasi Wisata di Kabupaten Magelang Rawan Bencana

Sementara itu, pihak Universitas Tidar belum memberikan keterangan lebih jauh kepada wartawan. Pihak kampus beralasan masih terus melakukan pendataan dan belum selesai.

Seperti diberitakan, klaster gathering mahasiswa terjadi saat sekitar 150 mahasiswa Teknik Sipil Untidar mengadakan kegiatan di Sawangan, Kabupaten Magelang awal Juni 2021 lalu. Lantas sebagian dari peserta gathering, seusai kegiatan, menggelar tes rapid antigen dan menunjukkan hasil reaktif.

Tim Satgas Covid-19 Kota Magelang yang menemukan ada kasus baru itupun melakukan tracing. Pada periode awal, ditemukan 20 mahasiswa positif. Kemudian pada swab massal, yang diikuti 86 mahasiswa dan 1 dosen hasilnya sudah diketahui, Jumat (18/6).

Jumlahnya tak ada separuh dari undangan awal yakni sebanyak 175 orang. Pihak kampus beralasan, sebagian mereka yang tidak hadir karena pulang kampung dan telah menjalani tes swab mandiri.

Kepala Puskesmas Magelang Utara, dr Istikomah mengatakan, pihaknya memfasilitasi tes swab PCR bagi para mahasiswa yang tercatat sebagai kontak erat tracing yang dilakukan Satgas Covid-19 Kota Magelang.

“Tes massal ini merupakan tracing kontak erat klaster gathering mahasiswa dan yang memiliki hubungan epidemologis. Kita gerilya secara simultan,” katanya. (wid)