Mengaku Petugas Telkom, Komplotan Pencuri Kabel Telepon Terciduk…

Mengaku Petugas Telkom, Komplotan Pencuri Kabel Telepon Terciduk...

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Tergiur ingin mendapatkan uang tambahan, 9 orang nekat menggali kabel telepon yang tertanam di dalam tanah dan mencurinya. Aksi pencurian tersebut dilakukan di Jalan Gatot Subroto Kota Magelang, Sabtu pagi (30/10) pukul 04.30 WIB.

Melihat aksi penggalian mengundang kecurigaan warga, sehingga warga pun melaporkan aksi pencurian kabel kepada Polres Magelang Kota. Kesembilan komplotan pencurian kabel tembaga ini mengku baru sekali menjalankan aksinya.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Asep Mauludin menerangkan saat itu, berawal dari kecurigaan warga setempat yang melintas, melihat gerak gerik komplotan tersebut saat melakukan aksinya.“Karena merasa curiga, warga menginformasikan kepada pihak Kepolisian, kemudian kita datangi, awalnya mereka mengaku sebagai petugas Telkom, setelah kita konfirmasi ternyata tidak ada surat tugas dari PT Telkom” kata AKBP Asep Mauludin, saat Konferensi Pers, Senin (8/11).

Asep menambahkan, dari ke sembilan tersangka pihaknya berhasil mengamankan tujuh potongan kabel telkom ukuran 135 cm sampai dengan 220 cm, diameter 5 cm. “Beberapa alat dan kendaraan yang digunakan oleh para tersangka, juga kita amankan,” ujarnya.

Salah satu tersangka S (43) mengatakan, awalnya diiming-imingi uang oleh K yang berhasil melarikan diri saat penangkapan pencurian kabel. Ia menjelaskan, bahwa aksinya dengan menggali tanah kedalaman 1,5 meter, kemudian memotong kabel dengan menggunakan gergaji besi.

Kepada Kapolres, S menyampaikan aksi pencurian direncanakan sehari sebelumnya. Dan nantinya hasil dari pencurian kabel akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ke sembilan tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 4 dan 5 KUHP, dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara,” pungkas Asep.(hen)

Artikel Menarik Lainnya :  Gila! Korban Dukun Sianida Bertambah Lagi, Polres Magelang Terus Dalami Kasus, Harapan Tidak Ada Korban Lainnya