Mendag Diminta Segera Mundur, DPR RI Segera Memanggilnya

JAKARTA, MAGELANGEKSPRES.COM– DPR RI segera mengagendakan pemanggilan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi setalh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana ditetapkan sebagai tersangka kasus minyak goreng.

Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengaku sedang berkoordinasi dengan pimpinan untuk agenda mengundang Mendag.

“Kami akan minta keterangan Mendag. Dan sedang kami diskusikan dengan pimpinan jadwalnya,” ujarnya.

Andre mengatakan selama ini pihaknya menunggu siapa pelaku mafia minyak goreng, tetapi tiba-tiba Kejagung mengumumkan Wisnu tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO), bahan baku minyak goreng.
Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat ini berharap ada penegakan hukum tegas dalam kasus mafia minyak goreng ini.

Sementara, mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mendesak agar Lutfi mundur sebagai Mendag. “Mendag harus mundur, karena sangat tidak mungkin kalau dirjen mengambil keputusan tanpa persetujuan menteri perdagangan,” katanya.

Arief mengutip pernyataan Jaksa Agung Burhanuddin ST bahwa izin impor minyak goreng melanggar peraturan Mendag. Menurut Arief tidak mungkin dirjen berani melanggar aturan memteri jika tanpa persetujuan sang menteri.

Arief minta Wisnu harus blak-blakan atas pemberian fasilitas eksportir CPO pada 2021 hingga Maret 2022 yang memicu kelangkaan minyak goreng.

“Diduga pasti ada hanky-panky-nya (suap) dari eksportir CPO,” katanya.
Hal senada disampaikan anggota DPR RI Fraksi NasDem Irma Suryani Chaniago. “Aneh saja kalau mendag sampai tidak tahu, karena ini masalahnya bikin susah rakyat, bikin marah rakyat dan presiden,” kata Irma.

Namun, Irma enggan mengomentari kemungkinan Lutfi dicopot dari jabatan Menteri Perdagangan karena sepenuhnya menjadi wewenang Presiden Jokowi.

Selain Wisnu, Kajagung menetapkan tersangka dan menahan Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau inisial SMA, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia inisial MPT, dan PT yang menjabat General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas. (ing/publika)