Melirik Potensi Usaha Budidaya Tawon Klanceng

    PELATIHAN. Puluhan warga Cangkrepkidul saat mengikuti pelatihan budidaya tawon klanceng. Tampak, rumah tawon klanceng ditumpuk berjejer di belakang peserta pelatihan. (Foto lukman)
    PELATIHAN. Puluhan warga Cangkrepkidul saat mengikuti pelatihan budidaya tawon klanceng. Tampak, rumah tawon klanceng ditumpuk berjejer di belakang peserta pelatihan. (Foto lukman)

    PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Tawon klanceng, hewan dengan tubuh kecil itu tak bisa disepelekan khasiatnya. Bukan hanya untuk kesehatan dan ekonomi semata, namun ternyata juga berdampak menjaga ekosistem lingkungan.

    LUKMAN HAKIM, Purworejo

    Budidaya tawon klanceng mulai banyak digandrungi karena dinilai memiliki prospek yang bagus kedepannya dalam segi ekonomi maupun lingkungan. Oleh karena itu pelatihan-pelatihan budidaya tawon klanceng saat ini mulai digalakkan disejumlah daerah khususnya di desa dan kelurahan. Salah satu pelatihan budidaya tawon klanceng yakni di Kelurahan Cangkrepkidul Kecamatan Purworejo. Terlihat para peserta pelatihan sangat antusias dalam memperhatikan kata demi kata yang disampaikan oleh narasumber. Dibelakang para peserta terlihat puluhan rumah tawon klanceng ditumpuk untuk nantinya menjadi bahan praktek dan diberikan kepada para peserta untuk memulai budidaya dirumah masing-masing.

    Dalam pelatihan itu dipaparkan berbagai tips dan trik agar budidaya bisa berhasil dan menguntungkan. Salah satu tips dan trik tersebut yakni pembudidaya tawon klanceng harus banyak memperhatikan serangan-serangan predator yang ada di sekeliling tempat budidaya. Hal ini dimaksudkan agar hasil madu tawon bisa optimal.

    Ada beberapa predator yang kerap mengganggu, salah satunya semut. Ungkapan jika madu asli tidak disukai semut adalah tidak benar.

    “Satu pengalaman sendiri, saat saya hendak memindahkan koloni klanceng dan sempat saya taruh begitu saja,ternyata tidak lama saat saya tinggal sudah diserbu kawanan semut,” kata penggiat tawon klanceng dari Desa Tunggulrejo, Kecamatan Grabag, Purworejo, Budi Sulaiman, yang juga menjadi narasumber dalam pelatihan, kemarin.

    Budi dipercaya untuk memberikan pelatihan budidaya klanceng yang diadakan Pemerintah Kelurahan Cangkrep Kidul. Pelatihan diikuti 25 peserta pelatihan yang berasal dari 15 Rukun Tetangga yang ada di kelurahan tersebut.

    Artikel Menarik Lainnya :  Pemkab Purworejo Serahkan Ganti Rugi Proyek Pelebaran Jalan

    Diungkapkan Budi, mengembangkan klanceng banyak memberikan keuntungan dari segi ekonomi. Tidak hanya dari sisi pendapatan bagi pembudidayanya, hal lain yang juga terpengaruh adalah semakin terjaganya lingkungan sekitar.

    “Tanda lingkungan yang baik itu kalau masih mudah dijumpai kunang-kunang, capung dan lebah trigona. Dulu kunang-kunang sangat mudah ditemukan, tapi sekarang ini amat jarang. Nah, di lingkungan yang menjadi tempat kandang klanceng itu, kunang-kunang pasti ada,” tambahnya.

    Kepala Kelurahan Cangkrep Kidul, Singgih Purwanto saat ditemui pada sela-sela pelatihan menyampaikan bahwa pelatihan budidaya klanceng menjadi salah satu kegiatan unggulan di wilayahnya. Ini diarahkan untuk peningkatan perekonomian masyarakat terlebih pada masa pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir dan sangat berdampat pada perekonomian masyarakat.

    “Kita harapkan dari pelatihan ini akan ditindaklanjuti oleh warga. Mereka mendapatkan rangsangan berupa 1 kandang, nantinya kita dorong warga membuat kandang sendiri dari hasil pelatihan ini,” kata Singgih.

    Melihat lingkungan di Kelurahan Cangkrep Kidul, Singgih optimis pengembangan akan berjalan dengan baik. Walaupun wilayah kelurahan, namun kelestarian alamnya masih terjaga dengan baik.

    “Kami punya harapan bisa menjadi salah satu wisata budaya di Purworejo, serta pengembangan tawon klanceng ini akan semakin memperkuat citra yang ingin kami bangun,” tandas Singgih. (*)